Sejumlah Pemilik Ruko di PCI Cilegon Keluhan Dugaan Pungutan Biaya Urugan Oleh Oknum Pelaksana Proyek Jalan

 

CILEGON — Sejumlah pemilik ruko di kawasan jalan raya Pondok Cilegon Indah (PCI), Kota Cilegon, mengeluhkan adanya permintaan uang untuk pengurukan bahu jalan yang terdampak proyek pembangunan jalan beton yang saat ini tengah berlangsung.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (5/5/2026), material aspal bekas dari badan jalan yang akan diganti dengan beton diangkut menggunakan truk, kemudian ditebar di sepanjang bahu jalan di depan deretan ruko di wilayah tersebut.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, para pemilik ruko diminta membayar sejumlah uang berkisar antara Rp250 ribu hingga Rp300 ribu.

Permintaan tersebut diduga dilakukan oleh oknum pelaksana proyek milik Pemerintah Pusat dengan anggaran APBN itu.

“Yang pakai baju hitam dan rompi itu meras ke toko-toko, kalau mau dirapikan harus bayar minimal Rp250 ribu,” ujar seorang warga yang juga pemilik ruko di sekitar lokasi yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cilegon, Dendi Rudiatna, menegaskan bahwa pekerjaan yang memiliki alokasi anggaran dalam proyek tersebut hanya mencakup pembangunan jalan, trotoar, dan saluran irigasi.

“Jadi begini, kita akan bangun irigasi termasuk trotoar. Kalau drainase diuruk percuma, nanti akan dikeruk lagi,” kata Dendi.

Ia menambahkan, proyek tersebut merupakan program nasional yang berada di bawah kewenangan BPJN, sehingga pihaknya tidak terlibat dalam hal di luar teknis pekerjaan.

“Kalau pembangunan itu yang ada anggarannya hanya jalan, trotoar, dan saluran irigasi. Di luar itu tidak ada. Iya betul, ini proyek nasional BPJN,” ujarnya.

Meski demikian, Dendi juga menegaskan bahwa pihaknya tidak mengetahui maupun bertanggung jawab atas adanya dugaan pungutan tersebut.

“Yang pertama, kami tidak bertanggung jawab dan tidak mengetahui. Kedua, itu artinya pembayaran antara oknum dengan pemilik toko. Kami hanya bicara teknisnya,” katanya.***

Comments (0)
Add Comment