Seorang Jemaah Haji Asal Cilegon Wafat di Makkah, Satu Orang Jalani Karantina karena TB Paru

 

CILEGON – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kota Cilegon dilaporkan meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.

Selain itu, satu jemaah lainnya saat ini menjalani karantina setelah terdeteksi menderita tuberkulosis (TB) paru.

Informasi tersebut disampaikan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Cilegon, Zarkoni, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, jemaah yang meninggal dunia bernama Haji Saluri yang tergabung dalam Kloter 21 JKG.

“Jemaah Kota Cilegon meninggal pada hari ini, informasi tanggal 10 Juni, atas nama Bapak Haji Saluri. Beliau itu jemaah di kloter 21 JKG,” katanya.

Selain kabar duka tersebut, Zarkoni juga mengungkapkan adanya sejumlah jemaah yang mengalami gangguan kesehatan selama berada di Tanah Suci.

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima, terdapat tiga jemaah yang mengalami masalah kesehatan dengan penanganan yang berbeda sesuai kondisi masing-masing.

“Yang dilaporkan sakit itu, waktu itu tiga ya, gitu ya. Karantina satu, yang nanti ditanazul-kan sakit, dipulangkan dulu,” paparnya.

Dari tiga jemaah tersebut, satu orang menjalani karantina, sementara dua lainnya akan menjalani proses tanazul atau perubahan jadwal kepulangan karena alasan kesehatan.

Salah satu jemaah yang akan ditanazulkan adalah Syamsudin. Kondisi kesehatannya dinilai tidak memungkinkan untuk mengikuti seluruh rangkaian perjalanan haji hingga ke Madinah.

“Dan satu jemaah yang kemudian akan ditanajulkan karena sakit juga, atas nama Pak Syamsudin. Kemudian satu lagi jemaah yang juga akan ditanajulkan karena mengalami demensia,” jelasnya.

Menurut Zarkoni, kebijakan tanazul dilakukan demi keselamatan jemaah mengingat kondisi fisik mereka yang sudah lanjut usia dan rentan mengalami gangguan kesehatan.

“Dicepetin, jadi karena dia udah tua, udah sakit-sakitan. Kalau dibawa ke Madinah takut ya merepotkan dan sebagainyalah kan gitu ya, kalau kondisi begitu,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Syamsudin nantinya tidak akan melanjutkan perjalanan ke Madinah dan akan dipulangkan lebih awal bersama kloter lain yang terlebih dahulu kembali ke Indonesia.

“Harusnya ke Madinah nanti tapi enggak ke Madinah, dia langsung pulang aja. Ditanazul-kannya kloter 10 JKG, ikut Kota Serang kalau enggak salah. Pak Samsudin,” tegasnya.

Di tengah kabar duka dan adanya jemaah yang sakit, kondisi mayoritas jemaah haji asal Kota Cilegon yang tergabung dalam Kloter 11 JKG dan Kloter 21 JKG dilaporkan tetap dalam keadaan baik.

Sementara itu, jemaah yang saat ini menjalani perawatan dan karantina diketahui mengalami gangguan kesehatan pada paru-paru dan mendapat pengawasan intensif dari petugas kesehatan.

Hasil pemeriksaan tenaga medis kloter serta otoritas kesehatan Arab Saudi menunjukkan adanya indikasi penyakit TB paru pada jemaah tersebut.

“Ini mengindikasikan bahwa jemaah ini mengalami sakit TB paru yang baru terdeteksi setelah apa namanya, berada di Mekkah atau berada di Arab Saudi,” ungkapnya.

Karena penyakit tersebut berpotensi menular, petugas kesehatan memutuskan untuk melakukan isolasi terhadap jemaah yang bersangkutan selama menjalani proses penyembuhan.

“Sehingga dalam proses penyembuhan, ini harus dilakukan secara isolasi. Yang tujuannya tentu supaya tidak ada penyebaran penyakit,” jelasnya.

Zarkoni mengatakan, masa isolasi diperkirakan berlangsung setelah seluruh rangkaian ibadah haji selesai dengan durasi minimal 14 hari sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.

“Itu kalau sesuai keterangan dari kesehatan, informasinya paling minim itu 14 hari. Paling minim ya, paling minim. Kalau dinyatakan dan diperiksa kemudian sehat, ya bisa dipulangkan ke kloternya gitu, ke hotel,” tambahnya.

Ia menduga penyakit yang diderita jemaah tersebut kemungkinan sudah ada sebelum keberangkatan ke Arab Saudi, namun baru terdeteksi setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di Tanah Suci.

“Ya, mungkin ya sudah bawaan dari sini ya sebenarnya sih. Sudah ada penyakit itu, cuma. Khawatir menular. TB paru, TB kan menular,” katanya.

Meski demikian, secara umum kondisi jemaah haji asal Kota Cilegon masih terpantau baik dan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar.

“Jemaah haji Cilegon pada umumnya alhamdulillah sehat walafiat. Cuman ada satu yang dirawat dengan sakit apa namanya, paru ya. Dan kita doakan juga mudah-mudahan beliau segera sehat,” tuturnya.

Saat ini, jemaah yang siap dipulangkan masih berada di Mekkah dan ditempatkan di lokasi yang telah ditentukan oleh otoritas setempat.

“Jemaah masih berada di Mekkah, di Hotel Al Hidayah Tower,” katanya.(Yosep)***

Comments (0)
Add Comment