Sesuai Arahan Walikota, Dindik Cilegon Sulap Sekolah Jadi Lebih Digital di 2026

 

CILEGON – Dindik Kota Cilegon menetapkan penguatan infrastruktur dan digitalisasi sekolah sebagai fokus utama program pendidikan di 2026.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Walikota Cilegon Robinsar, agar Dindik Kota Cilegon mengurangi kegiatan seremonial dan memperbanyak program yang berdampak langsung pada aktivitas pembelajaran di sekolah.

Kepala Dindik Kota Cilegon Heny Anita Susila mengatakan, di 2026 pihaknya akan memprioritaskan kegiatan yang benar-benar menunjang proses belajar mengajar. Khususnya melalui penyediaan sarana teknologi pendidikan.

“Sesuai arahan Pak Wali Kota, tahun ini kami mengurangi agenda seremonial dan memaksimalkan program yang manfaatnya langsung dirasakan sekolah. Fokus kami adalah penguatan infrastruktur pendidikan, yakni perangkat pembelajaran digital,” kata Heny, Selasa, (27/1/2026).

Heny menerangkan, untuk mewujudkan hal tersebut pihaknya akan melakukan pengadaan prangkat digital pembelajaran. Selain itu, juga peningkatan jaringan internet sekolah, serta perbaikan sarana penunjang ruang kelas.

“Program ini ditujukan untuk mendukung metode pembelajaran modern berbasis teknologi,” ujar Heny.

Menurut Heny, perkembangan dunia pendidikan sat ini menuntut sekolah untuk beradaptasi dengan sistem pembelajaran digital. Ketersediaan perangkat teknologi menjadi kebutuhan dasar agar siswa dan guru dapat mengikuti transformasi pendidikan secara optimal.

“Pembelajaran sekarang tidak bisa lepas dari teknologi. Karena itu, sekolah harus didukung perangkat yang memadai agar proses belajar lebih efektif dan menarik bagi siswa,” jelasnya.

Katanya, program ini digerakkan oleh Dindik Kota Cilegon bekerja sama dengan seluruh satuan pendidikan SD dan SMP di Kota Cilegon. Sekolah, menurut Heny, akan dilibatkan dalam penyusunan daftar kebutuhan agar pengadan sarana tepat sasaran.

“Seluruh sekolah di bawah Dindik Kota Cilegon menjadi target pelaksanaan program. Baik itu di wilayah pusat kota maupun kecamatan, dengan prioritas pada sekolah yang masih memiliki keterbatasan sarana teknologi,” ucapnya.

Langkah ini, lanjut Heny, sejalan dengan program nasional digitalisasi pendidikan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Dimana Prabowo menargetkan penguatan sarana teknologi pembelajaran dan digitalisasi sekolah secara bertahap di seluruh Indonesia pada 2026 ini.

“Melalui kebijakan ini, kami optimistis kualitas pendidikan akan meningkat. Sekolah menjadi lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan,” tutup Heny.***

Comments (0)
Add Comment