Setahun Menjabat, Pengamat Ingatkan Walikota Cilegon Soal Realisasi Pelabuhan Kubangsari dan JLU

 

CILEGON — Pengamat kebijakan publik Syaiful Bachri mengingatkan Walikota Cilegon, Robinsar agar tetap berkomitmen merealisasikan pembangunan Pelabuhan Kubangsari dan Jalan Lingkar Utara (JLU) sebagai bagian dari janji politiknya.

Pernyataan itu disampaikan seiring satu tahun masa kepemimpinan Wali Kota Cilegon Robinsar.

Menurut Syaiful, kedua proyek itu merupakan program strategis berskala besar yang membutuhkan pendanaan besar sehingga tidak dapat sepenuhnya mengandalkan APBD.

“Ini proyek besar, jadi solusinya memang harus kolaborasi, integrasi, dan menghadirkan investasi. Tanpa keterlibatan investor akan sangat berat jika hanya mengandalkan kemampuan anggaran daerah,” kata Syaiful, Jumat (20/2/2026).

Ia menjelaskan pihaknya diminta membantu mengenalkan potensi investasi serta menghubungkan calon investor untuk mendukung dua proyek tersebut.

Apabila pelabuhan terealisasi, pendapatan daerah diperkirakan meningkat signifikan.

Sementara pembangunan JLU dinilai dapat memperkuat konektivitas industri dan logistik di daerah itu.

Meski belum terealisasi dalam waktu dekat, Syaiful menilai hal tersebut bukan kegagalan. Pemerintah daerah masih memiliki sisa masa jabatan sekitar tiga tahun untuk melakukan evaluasi dan penyesuaian kebijakan.

“Wali kota tentu akan terus mengevaluasi. Kebijakan arah implementasi pelabuhan sudah mulai dirancang, tinggal bagaimana peluang investasinya bisa benar-benar hadir,” ujarnya.

Ia menambahkan, apabila investasi belum diperoleh, pemerintah daerah perlu terbuka kepada publik dan mencari alternatif agar kawasan tetap menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satunya dengan mengoptimalkan lahan pelabuhan melalui skema kerja sama dengan pihak ketiga.

“Minimal disewakan atau dikerjasamakan. Yang penting lahannya produktif dan menghasilkan PAD untuk masyarakat. Itu juga bagian dari menunaikan janji kampanye,” katanya.

Untuk itu, Syaiful menegaskan optimalisasi kawasan Kubangsari penting dilakukan karena masih tergolong lahan tidak produktif, padahal memiliki nilai ekonomi tinggi bila dikelola secara tepat. (*/Nandi)

Comments (0)
Add Comment