SMAN 4 Cilegon Ternyata Pernah Pungut Iuran dari Siswa Ratusan Ribu Rupiah untuk Sumur Bor, Tapi Gak Ada Hasilnya?

 

CILEGON – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Cilegon kembali menjadi sorotan di media sosial.

Setelah adanya tudingan soal mewajibkan siswa baru membeli seragam di koperasi sekolah dengan harga yang dianggap mahal, kini muncul dugaan pungutan lain kepada siswa dengan dalih untuk pembuatan sumur bor di lingkungan sekolah.

Isu tersebut mencuat setelah sejumlah netizen mengeluhkan praktik tersebut di kolom komentar akun Tiktok @faktabanten.

Sejumlah akun yang terindikasi sebagai murid dan alumni sekolah tersebut, nampak emosional menyoroti pungli yang kerap terjadi di SMAN 4 Cilegon.

Salah satunya adalah akun @ateng yang menyebut bahwa dirinya pernah dimintai uang sebesar Rp150 ribu untuk pembuatan sumur bor saat masih bersekolah di SMAN 4 Cilegon.

“Sumur bor kan di sekolah airnya mati terus, jadi dimintai sumbangan buat bikin sumur bor. Pas angkatan aku dimintai Rp150 ribu,” tulisnya, dikutip Minggu (12/7/2025).

“Itu 2023 tapi, angkatan sekarang juga masih dipintai,” tambahnya.

Keluhan serupa juga disampaikan akun @kenzo. Ia mengungkapkan bahwa temannya sempat diminta sumbangan namun sumur yang dijanjikan tak kunjung terealisasi.

“Iyah bener, temen gua aja dipintai buat bikin sumur sampai kesel, sumurnya gak jadi-jadi,” tulisnya.

Akun lain, @indah, mengomentari bahwa sekolah tersebut sering meminta pungutan dana, termasuk untuk acara perpisahan siswa.

“Benar (sekolah itu-Red) duit terus. Perpisahan di sekolah minta duit kayak di gedung, alibi-nya duit bakal dipulangin kalau ada lebih,” katanya.

Sementara akun @miskah menyayangkan sikap sekolah negeri yang masih meminta pungutan meski mendapat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Aneh sama sekolah negeri, udah dapet dana BOS, mintai sumbangan ini itu,” tulisnya.

Komentar lainnya menyoroti perlunya pengawasan terhadap praktik tersebut.

“Kudu disidak itu,” tulis akun @dede singkat.

Menanggapi isu tersebut, SMAN 4 Cilegon melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Mujahid, membenarkan bahwa pada tahun sebelumnya memang ada penggalangan dana untuk sumur bor.

Namun Mujahid menegaskan bahwa hal itu merupakan program Komite Sekolah dan saat ini sudah tidak diberlakukan lagi.

“Tahun lalu memang ada, namun itu program Komite. Sekarang tidak ada. Sumur bor air dalam sudah jadi,” kata Mujahid melalui pesan WhatsApp.

Pihak sekolah tidak memberikan penjelasan lebih lanjut, walaupun tujuannya untuk transparansi pengelolaan dana yang dihimpun dari siswa maupun langkah evaluasi agar praktik pungli serupa tidak terulang. (*/Nandi)

IuranSman 4 CilegonSumur bor
Comments (0)
Add Comment