Soal Kebocoran Gas, Komisi IV DPRD Cilegon Tuntut PT Vopak Bertanggung Jawab Atas Kesehatan Warga Sekitar

CILEGON — Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Muhammad Saiful Basri, meminta pihak perusahaan memberikan penjelasan secara terbuka sekaligus bertanggung jawab atas insiden pelepasan gas yang terjadi di kawasan Terminal Vopak, Lingkungan Kalibaru, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Sabtu (31/1/2026).

Insiden tersebut terjadi pada Sabtu siang sekitar pukul 14.00 WIB, ditandai dengan munculnya kepulan gas berwarna kuning pekat di area terminal kimia cair tersebut.

Peristiwa itu sempat mengundang perhatian dan kepanikan warga di sekitar lokasi, mengingat gas yang dilepaskan mengeluarkan bau tajam dan menyengat.

Basri menegaskan, perusahaan harus memastikan tidak ada masyarakat yang terdampak, baik dari sisi kesehatan maupun kerugian materiil akibat insiden tersebut.

Ia menilai, keselamatan dan kesehatan warga harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas industri, khususnya yang berkaitan dengan bahan kimia berbahaya.

“Jangan sampai masyarakat sampai kena dampak, kesehatannya harus di cek, dan pastikan setelah sterilisasi ini ada pemeriksaan terhadap masyarakat,” ujar Basri, Sabtu (31/1/2026).

Menurutnya, langkah antisipatif berupa pemeriksaan kesehatan perlu segera dilakukan, terutama bagi warga yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian.

Selain itu, Basri juga meminta agar perusahaan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan kerja dan prosedur operasional di terminal tersebut.

Ia berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, mengingat kawasan tersebut berada tidak jauh dari permukiman warga.

“Saya berharap pihak perusahaan lebih hati-hati lagi dan kami akan memanggil semua pihak terkait, LH dan PTSP,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, gas berwarna kuning tersebut diduga muncul akibat proses penguapan yang dipicu oleh reaksi antara base oil dan sisa bahan kimia, meski jenis bahan kimia tersebut belum dapat dipastikan.

Kejadian bermula saat PT Vopak tengah melakukan kegiatan pembersihan pada pipa yang menuju ke kotak EBC (kempu) di sekitar area tangki duduk nomor TK 0638.

Saat proses pemindahan sisa oli dari pipa ke dalam kempu, diduga di dalam kempu masih terdapat residu bahan kimia tertentu.

Kondisi tersebut memicu terjadinya reaksi kimia yang menghasilkan kepulan asap atau gas berwarna kuning pekat.

Dari kejadian ini 58 orang dilarikan ke Puskesmas dan 3 lainnya dibawa ke rumah sakit untuk perawatan yang lebih intensif. (*/ARAS)

gas berbahayaGas industriKebocoran GasPipa Gas BocorPT Vopak
Comments (0)
Add Comment