Soal Ledakan di MCCI, Ketua Komisi IV DPRD Cilegon Pertanyakan Klaim Perusahaan

 

CILEGON – Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Muhammad Saiful Basri, mempertanyakan penjelasan awal yang disampaikan pihak perusahaan terkait insiden ledakan yang terjadi di kawasan PT Merak Chemicals Indonesia (MCCI), Senin (25/5/2026).

Saiful menilai, informasi yang disampaikan perusahaan masih perlu dikaji lebih lanjut karena belum didukung hasil investigasi dari instansi berwenang.

Menurutnya, kesimpulan mengenai penyebab kejadian tidak seharusnya disampaikan secara terburu-buru sebelum ada pemeriksaan menyeluruh.

Ia mengaku hingga saat ini belum menerima laporan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup maupun pihak terkait mengenai hasil penelusuran atas insiden tersebut.

Karena itu, DPRD masih menunggu informasi yang lebih lengkap dari pemerintah daerah dan aparat pengawas lingkungan.

“Belum dapat informasi dari LH. Hm. Kalau dari industri kan, tadi tuh biasalah sedikit menutupi. Kalau ini tekanan eh apa, air, dia mengeluarkan gas bla bla. Makanya kan saya tadi bantahin terus gitu loh,” kata Saiful.

Menurutnya, sejumlah indikasi yang ditemukan di lapangan tidak sepenuhnya sejalan dengan penjelasan perusahaan yang menyebut peristiwa tersebut hanya berkaitan dengan tekanan air dan uap yang keluar dari sistem produksi.

Ia mencontohkan kondisi yang dirasakannya saat berada di lokasi kejadian. Saat itu, terdapat aroma menyengat yang dinilai berbeda dengan karakteristik uap air biasa.

“Kan pas keluar dari mobil itu kan mata langsung pedas, kalau memang itu uap air enggak mungkin pedas. Enggak mungkin baunya menyengat,” ujarnya.

Saiful menegaskan, pengalaman yang dirasakannya di lokasi menjadi alasan mengapa dirinya meminta adanya investigasi yang lebih mendalam.

Ia berharap seluruh fakta dapat diungkap secara objektif berdasarkan hasil pemeriksaan teknis.

Selain itu, ia juga menilai klarifikasi yang disampaikan perusahaan masih belum cukup kuat untuk dijadikan dasar kesimpulan awal mengenai penyebab insiden.

“Klarifikasi itu menurut saya, tidak sesuai. Karena kan belum ada investigasi, menyampaikan bahwa itu hanya tekanan air kan,” tegasnya.

Komisi IV DPRD Kota Cilegon, lanjut Saiful, akan terus memantau perkembangan penanganan kasus tersebut dan meminta seluruh pihak terkait bersikap terbuka dalam memberikan informasi kepada publik.

Untuk memperoleh kejelasan mengenai hasil investigasi, pihaknya saat ini masih menunggu laporan dari penegak hukum lingkungan dan Dinas Lingkungan Hidup yang tengah melakukan koordinasi terkait insiden tersebut.

“Supaya lebih jelas saya juga lagi nunggu informasi dari Gakkum LH. Saya tadi telepon Kadis, supaya bisa menjelaskan nanti,” pungkasnya.(*/ARAS)

Comments (0)
Add Comment