CILEGON – Puluhan mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Walikota Cilegon, sebagai bentuk refleksi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Cilegon, Selasa (28/4/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan yang menyoroti persoalan ketenagakerjaan, pendidikan, hingga minimnya penyerapan tenaga kerja lokal di kawasan industri Kota Cilegon.
Wakil Walikota Cilegon, Fajar Hadi Prabowo, dan sejumlah pejabat Pemkot, turut hadir dan mendengarkan secara langsung aspirasi yang disampaikan para mahasiswa.
Koordinator lapangan aksi, Dito Andriyan, mengatakan demonstrasi tersebut menjadi momentum evaluasi terhadap berbagai persoalan yang masih dirasakan masyarakat di tengah peringatan hari jadi Kota Cilegon.
“Demo ini dalam rangka refleksi HUT Kota Cilegon ke-27 tahun. Kami mahasiswa menyoroti soal ketenagakerjaan, pendidikan, dan banyaknya persoalan penggunaan tenaga kerja,” kata Dito.
Ia menilai lulusan sekolah menengah atas (SMA) di Kota Cilegon perlu mendapat perhatian serius terkait penyaluran kerja agar dapat terserap di perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah tersebut.
“Bagi lulusan SMA, mereka ini harus disalurkan ke mana. Dalam artian, masyarakat Cilegon sendiri seharusnya disiapkan untuk menjadi tenaga kerja,” ujarnya.
Selain itu, Dito juga menyoroti masih banyaknya masyarakat Cilegon yang belum mendapatkan pekerjaan yang layak, meski daerah tersebut dikenal sebagai kota industri dengan banyak perusahaan besar.
“Masih banyak masyarakat Cilegon yang belum mendapatkan pekerjaan yang layak. Di Cilegon sendiri banyak perusahaan, tetapi tenaga kerjanya justru dari luar Cilegon,” katanya.
Menanggapi hal itu, Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo mengapresiasi kepedulian mahasiswa terhadap pembangunan daerah, khususnya dalam momentum ulang tahun Kota Cilegon.
“Kami berterima kasih karena masih ada yang peduli,” kata Fajar.
“Ulang tahun ini harus kita syukuri, masih banyak yang sudah diperjuangkan dan masih ada yang belum terselesaikan, yang menjadi tantangan besar bagi kita,” sambungnya.
Ia menegaskan, aspirasi yang disampaikan mahasiswa menjadi masukan penting bagi pemerintah daerah dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Ini merupakan masukan, kritik, dan saran bagi kami. Mereka adalah generation of change, mereka juga menjadi kontrol sosial bagi kami di eksekutif,” katanya.***