CILEGON — Tahapan pra Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di SMA Negeri 1 Cilegon terus berjalan.
Hingga saat ini, jumlah calon siswa yang telah melakukan verifikasi data melalui aplikasi tercatat mencapai 1.323 orang.
Panitia SPMB SMAN 1 Cilegon, Oding Tatang Surahman mengatakan, tahapan pra-SPMB atau proses verifikasi telah dibuka sejak 20 April hingga 31 Mei 2026.
“Saat ini masih tahap pra-SPMB atau verifikasi melalui aplikasi. Sampai sekarang sudah ada 1.323 calon siswa yang mengajukan verifikasi,” kata Oding saat ditemui, Jum’at (22/5/2026).
Ia menjelaskan, dari jumlah tersebut masih terdapat delapan calon siswa yang belum diverifikasi serta tiga lainnya harus melakukan revisi data karena ditemukan ketidaklengkapan maupun kesalahan dokumen.
“Ada beberapa data yang kami kembalikan untuk direvisi karena ada kesalahan atau dokumen yang belum lengkap,” ujarnya.
Menurut dia, daya tampung SMAN 1 Cilegon pada SPMB 2026 sebanyak 432 siswa. Jumlah tersebut berasal dari 12 rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas masing-masing 36 siswa.
“Kuota total 432 siswa. Namun ada pengurangan karena kuota siswa afirmasi dari Papua dan juga penyesuaian dengan siswa yang tidak naik kelas,” katanya.
Oding menuturkan, mekanisme jalur penerimaan tahun ini secara umum masih sama seperti tahun sebelumnya. Namun terdapat perubahan istilah pada jalur domisili.
“Kalau dulu zonasi, sekarang disebut domisili. Ada jalur lingkungan sekolah dengan seleksi jarak dan jalur wilayah,” ujarnya.
Untuk jalur domisili wilayah, cakupan seleksi meliputi Kecamatan Cilegon, Kecamatan Citangkil, dan Kecamatan Jombang.
Ia menjelaskan, kuota jalur domisili lingkungan sekolah sebesar 20 persen dan domisili wilayah 15 persen. Seleksi dilakukan berdasarkan nilai rapor dan jarak tempat tinggal apabila terdapat nilai yang sama.
“Kalau ada dua atau tiga calon siswa nilainya sama, maka dipilih yang jaraknya lebih dekat,” katanya.
Selain itu, tersedia jalur afirmasi bagi keluarga kurang mampu sebesar 30 persen serta jalur perpindahan tugas orang tua atau mutasi sebesar 5 persen.
“Kalau kuota afirmasi tidak terpenuhi, akan dialihkan ke jalur prestasi,” ujarnya.
Untuk jalur prestasi, kuota akademik ditetapkan sebesar 25 persen dan non-akademik 5 persen. Penilaian prestasi akademik menggunakan gabungan nilai rapor dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan bobot tertentu.
Oding menambahkan, saat proses verifikasi masih ditemukan sejumlah kendala teknis, terutama terkait pengunggahan dokumen oleh calon siswa.
“Biasanya kesalahan saat upload berkas prestasi, ada yang belum paham apakah prestasinya berjenjang atau tidak. Itu kami kembalikan supaya direvisi,” katanya.
Selain itu, terdapat pula persoalan pada dokumen rapor dari sejumlah sekolah yang belum mencantumkan nilai mata pelajaran tertentu seperti agama atau akidah akhlak.
“Ada rapor yang nilai agamanya belum tercantum lengkap, padahal itu harus diakumulasi dalam nilai rata-rata. Jadi kami minta diperbaiki,” ujarnya.
Meski demikian, ia memastikan aplikasi SPMB hingga kini berjalan aman dan lancar tanpa kendala berarti.
Berikut jadwal pendaftaran SPMB SMA Tahun 2026: Jalur Domisili Lingkungan Sekolah: 10–11 Juni 2026, Jalur Domisili Wilayah: 17–18 Juni 2026, Jalur Afirmasi: 22–23 Juni 2026, Jalur Prestasi Akademik: 27–29 Juni 2026, Jalur Prestasi, Non-Akademik: 2–3 Juli 2026, dan Jalur Mutasi atau perpindahan orang tua : 7–8 Juli 2026.***