CILEGON— Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Cilegon menggelar dialog kebangsaan dengan tema “Pancasila sebagai Landasan Berfikir dalam Menjaga Eksistensi Karakter Berbangsa dan Bernegara” di Metting Room Laguna, Cilegon, Sabtu (29/2/2020).
Dalam dialog ini, dipandu dan diisi oleh beberapa pembicara ternama, diantaranya Wakil Dekan III Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa yang juga Syuriah PCI NU Rusia, Profesor Agus Purnomo dan Aktivis Kebangsaan Muda Kota Cilegon yang juga Wakil Ketua GP Ansor kota Cilegon Andra Imam Putra. Acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa -mahasiswi dari berbagai kampus di Kota Cilegon seperti Perguruan Tinggi Al-Khairiyah, Kampus Teknik Untirta dan Kampus Insan Unggul kota Cilegon.
Dalam kesempatan ini, PMII menitikberatkan pembahasan pada Pancasila yang harus terus disemarakkan dalam diskursus dan diskusi-diskusi kepemudaan. Gus Pram yang merupakan sapaan akrab dari Profesor Agus Pramono menyampaikan bahwa Pancasila harus hidup dan dihidupkan oleh pemuda khususnya mahasiswa di Indonesia sebagai sebuah identitas bangsa.
“Saya optimis bila pembahasan serta pengamalan Pancasila pada generasi milenial terus dilakukan maka Indonesia akan maju menuju arah yang lebih baik,” ujar Profesor Agus Purnomo.
Begitu juga yang disampaikan oleh Andra yang mengatakan bahwa Pancasila adalah produk ideologi canggih hasil pemikiran para ulama yang terbukti secara fakta mampu mempersatukan ribuan pulau, ratusan etnis suku, ratusan bahasa daerah dan berbagai agama serta aliran kepercayaan yang berbeda-beda menjadi sebuah bangsa dan negara.
“Pancasila adalah ideologi canggih dan harus menjadi karakter dari generasi millenial dan boomers di Indonesia, dengan demikian eksistensi Indonesia di dunia pun akan makin baik,” paparnya.
Andra juga mengingatkan kepada peserta dialog, bahwa dunia kampus harus berhati-hati dari ancaman infiltrasi paham-paham ideologi transnasional dan radikalisme yang berpotensi memecah kebhinekaan yang telah ada, bahwa mahasiswa harus rasional dan logis dalam menerima informasi.
“intinya kalian ini jangan malu-maluin kaum intelektual lah,” himbaunya. (*/Ilung)