CILEGON — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Cilegon sejak Minggu sore menyebabkan banjir merendam kawasan Sambilawang hingga Perempatan Sambirata, Kecamatan Cibeber, Minggu, (11/1/2026).
Ketinggian air dilaporkan mencapai paha orang dewasa dan masuk ke permukiman warga.
Berdasarkan informasi di lapangan, banjir mulai terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Hingga Minggu sore, genangan air masih belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Pantauan Fakta Banten di lokasi, banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga melumpuhkan arus lalu lintas.
Antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular di sepanjang Jalan Sambilawang dan Sambirata, khususnya kendaraan yang hendak menuju kawasan PCI Cilegon. Sejumlah personel kepolisian terlihat berjaga untuk mengatur arus lalu lintas.
Para pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan, bahkan sebagian memilih berhenti karena khawatir mesin mati saat nekat menerobos genangan air.
Kondisi tersebut mengakibatkan kemacetan cukup panjang dan berlangsung lama.
Salah seorang warga Sambirata, Yudi, membenarkan bahwa banjir mulai terjadi sejak sekitar pukul 14.30 WIB dan bertahan hingga sore hari.
“Air mulai naik sekitar jam setengah tiga siang, sampai sekarang belum surut,” ujar Yudi kepada Fakta Banten, Minggu (11/1/2026).
Ia menambahkan, kejadian banjir kali ini serupa dengan peristiwa sebelumnya akibat curah hujan tinggi yang terjadi pada Kamis lalu, meski dampaknya saat itu dinilai lebih parah.
“Sebelumnya, hari Kamis juga banjir karena hujan deras, bahkan lebih parah dari hari ini,” katanya.
Menurut Yudi, banjir diduga disebabkan jebolnya tanggul di wilayah Sambirata serta kiriman air dari arah Mancak yang tidak tertampung dengan baik.
“Penyebabnya tanggul Sambirata jebol, ditambah kiriman air dari Mancak,” jelasnya.
Ia berharap adanya penanganan cepat dan serius dari pihak terkait, mengingat kawasan tersebut kerap menjadi langganan banjir setiap kali hujan deras melanda.
“Kami berharap segera ada penanganan, karena kalau hujan deras pasti banjir lagi,” harapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab pasti banjir maupun langkah penanganan yang akan dilakukan. ***