Tekan Angka Kecelakaan, Polres Cilegon Gelar Operasi Keselamatan Maung Selama 2 Pekan

CILEGON – Kepolisian Resor (Polres) Cilegon resmi memulai Operasi Keselamatan Maung 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, sekaligus menekan angka kecelakaan di wilayah hukum Cilegon.

​Operasi yang dilaksanakan oleh jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Cilegon ini akan menyasar berbagai pelanggaran yang berpotensi membahayakan nyawa di jalan raya.

​Kaur Lantas Polres Cilegon, IPTU Adi Jarir, menjelaskan bahwa operasi ini dijadwalkan berlangsung selama 14 hari.

Kami menyampaikan bahwa mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026, akan dilaksanakan Operasi Keselamatan Maung,” ujar IPTU Adi, Senin (2/2/2026).

Fokus utama operasi ini adalah para pengendara yang kerap mengabaikan faktor keselamatan.

Berikut adalah poin-poin sasaran utama petugas: Pengendara Roda Dua (R2): Penggunaan helm non-SNI, berboncengan lebih dari dua orang (tumpuk tiga), serta berkendara di bawah pengaruh alkohol.

Pengendara Roda Empat (R4): Penggunaan sabuk pengaman (safety belt), mengoperasikan ponsel saat menyetir, dan tindakan melawan arus.

IPTU Adi menambahkan bahwa pelaksanaan operasi ini tidak bersifat statis. Lokasi dan waktu razia akan ditentukan secara fleksibel berdasarkan kondisi riil di lapangan.

​“Untuk kegiatan, waktunya sewaktu-waktu akan berubah. Lokasi dan jam pelaksanaan akan kami tentukan setiap harinya agar lebih efektif menjangkau titik-titik rawan pelanggaran,” tambahnya.

Meski terdapat penindakan, IPTU Adi menegaskan bahwa misi utama Operasi Keselamatan Maung adalah memberikan perlindungan dan edukasi kepada warga.

Mengingat tren angka kecelakaan di Cilegon yang terus meningkat setiap tahunnya, pendekatan preventif sangat diutamakan.

​“Tujuan kita adalah menjamin keselamatan. Kami berusaha memberikan edukasi agar masyarakat paham bahwa aturan bukan beban, tapi pelindung,” jelasnya.

​Berdasarkan evaluasi awal, pelanggaran yang paling mendominasi adalah pengendara motor yang tidak menggunakan helm.

“Banyak yang membawa helm tapi tidak dipakai, hanya digantung. Hal-hal seperti ini yang terus kita tertibkan,” pungkasnya.***

Comments (0)
Add Comment