Tekan Lonjakan Penderita HIV, Dinkes Cilegon Perkuat Deteksi Dini dan Edukasi

 

CILEGON — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon, Banten, memperkuat deteksi dini dan edukasi kepada masyarakat guna menekan lonjakan kasus HIV.

Kepala Dinkes Cilegon drg. Hj. Ratih Purnamasari mengatakan upaya yang dilakukan antara lain pemeriksaan Mobile Voluntary Counseling and Testing (VCT) pada kelompok berisiko, serta sosialisasi di lingkungan masyarakat, sekolah, dan perusahaan.

“Dinkes juga menjalankan program skrining bagi ibu hamil untuk mendeteksi HIV, sifilis, dan hepatitis sejak dini,” ujar Ratih dalam keterangan resminya, Jumat (3/4/2026).

Selain itu, pihaknya terus menggencarkan kampanye peringatan Hari AIDS Sedunia setiap 1 Desember serta pendekatan berbasis komunitas untuk meningkatkan kesadaran publik.

Ratih menjelaskan, penularan HIV erat kaitannya dengan perilaku berisiko seperti hubungan seksual tanpa pengaman, berganti pasangan, serta penggunaan narkoba suntik.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menghindari perilaku berisiko, menggunakan alat pelindung, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan,” katanya.

Ia menegaskan, pencegahan HIV membutuhkan keterlibatan semua pihak, mulai dari pemerintah, keluarga, sekolah, hingga masyarakat.

Edukasi sejak dini dinilai penting melalui pendekatan pendidikan, keagamaan, dan moral.

Berdasarkan data Dinkes, pada 2025 tercatat 102 kasus baru HIV. Sementara hingga Februari 2026 ditemukan 16 kasus baru.

Dari jumlah tersebut, delapan kasus berasal dari kelompok laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL), satu kasus dari pelanggan pekerja seks, satu kasus dari pasangan suami-istri, serta dua kasus dari populasi umum yang tidak teridentifikasi faktor risikonya.

Selain itu, terdapat satu kasus HIV dengan komplikasi tuberkulosis (TBC) dan tiga kasus yang telah memasuki tahap AIDS disertai infeksi menular seksual (IMS).

Tidak ditemukan kasus pada ibu hamil, waria, pengguna narkoba suntik, maupun warga binaan pemasyarakatan.

Secara kumulatif, sejak 2005 hingga Februari 2026, total kasus HIV/AIDS di Kota Cilegon mencapai 1.484 kasus, terdiri atas 1.060 kasus pada laki-laki dan 424 kasus pada perempuan.

Kasus terbanyak terjadi pada kelompok usia produktif 20–49 tahun, meskipun penularan juga ditemukan pada anak melalui transmisi ibu ke anak.

Ratih menambahkan, HIV dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga penderitanya rentan terhadap infeksi oportunistik.

“Penderita HIV sangat rentan terhadap infeksi seperti TBC karena daya tahan tubuhnya menurun,” ujarnya.***

Comments (0)
Add Comment