Terpinggirkan, HNSI Harap Pemkot “Tak Diam Membisu” Terkait Nasib Nelayan

CILEGON – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (DPC HNSI) Kota Cilegon menyoroti terkait perkembangan industri yang kian meningkat di Kota Cilegon yang justru berimbas kepada semakin terkikisnya profesi nelayan di kota baja tersebut.

“Lebih dari tiga tahun saya menahkodai HNSI cabang Kota Cilegon dengan rona dan warna perjuangan yang bermacam ragamnya. Kota Cilegon dengan cap sebagai kota perdagangan dan jasanya, kami masyarakat nelayan di pesisir tertinggal atau ditinggal dalam pengejawantahan motto tersebut, alih-alih kami bisa ikut merasakan manfaat pembangunan Kota Cilegon, malah semakin termarginalkan dengan motto tersebut, saya tidak tahu ini salah siapa,” ungkap Ketua DPC HNSI Kota Cilegon Yayan Hambali, Selasa, (29/10/2019).

Menurutnya, masyarakat pesisir dan nelayan semakin dianggap sebelah mata. Ia pun mengeluhkan banyaknya kapal yang masuk ke wilayah Cilegon, menurutnya karena padatnya kapal di perairan Cilegon mengakibatkan tangkapan nelayan menurun drastis.

“Dengan jangkar-jangkar besar mereka yang berlabuh (engker-red) di sembarang tempat sudah pasti merusak karang-karang yang ada di bawahnya, kurang lebih 700 sampai 800 kapal yang datang ke Cilegon setiap bulannya, bayangkan dalam sepuluh tahun sampai dengan saat ini sudah berapa kapal yang berlabuh,” katanya.

Belum lagi tambahnya, limbah industri dan limbah rumah tangga yang menuju ke laut sehingga memperparah kondisi laut Cilegon.

Selain itu, ia juga menjelaskan mengenai tiga undang-undang yang berkaitan dengan profesi nelayan, misalnya undang-undang pemanfaatan pesisir dan pulau pulau kecil, ada undang-undang perlindungan nelayan serta undang-undang perikanan. Tapi menurutnya, apalah daya nelayan sebagai mayarakat kecil yang tidak mempunyai daya dan kekuatan untuk meyampaikan keinginan untuk bisa hidup sejahtera seperti masyarakat nelayan di daerah lainnya, yang pemerintahnya peduli terhadap nelayan dengan membangun sarana dan prasarana untuk kebutuhan nelayan.

“Kami ada tapi tidak pernah nyata, biarlah ini kan jadi renungan para pemangku kebijakan di Kota Cilegon tercinta ini. Sering saya tersenyum sendiri ketika ada pihak-pihak yang tiba-tiba datang mengatakan cinta dan sayang terhadap nelayan, bahkan akan memperhatikan nelayan. Tapi kemana anda ketika perahu-perahu nelayan hancur oleh angin baratan? Kemana anda ketika laut kami berubah berwarna merah darah oleh karena kerak besi di buang ke laut, tiba-tiba mengambang ribuan ikan mati di permukaan? kemana anda ketika pangkalan kami akan digusur? Sekali lagi saya hanya bisa tersenyum,” keluhnya.

Terkait pangkalan nelayan, diketahui di Kota Cilegon hanya ada sembilan pangkalan nelayan dengan berbagai macam kisah, sebelumnya, pada Minggu pertama ia bertugas, ia mendampingi perwakilan pangkalan tanjung Leneng Ciwandan diundang KSOP I Banten yang ternyata membahas terkait pemindahan atau penggusuran pangkalan tanjung Leneng ke pangkalan paku anyer kabupaten Serang, Ia dan para nelayan Kota Cilegon menolak dengan keras dan tegas dengan segala konsekuensinya,

“Alhamdulillah atas perjuangan pangkalan tanjung Leneng masih tetap dipertahankan keberadaannya dan bisa dipakai oleh nelayan Ciwandan dan sekitarnya hingga saat ini,” bebernya.

Kemudian terkait pangkalan Kelapa Tujuh, diketahui sebelumnya akan digusur oleh Industri, disitu pun Ia dan rekan-rekan HNSI Kota Cilegon serta nelayan Suralaya menggaungkan penolakan yang keras dan tegas.

“Kami siap tempur mempertahankan pangkalan hingga titik darah penghabisan, Alhamdulillah saat ini di suralaya telah di bangun pangkalan yang baik dan sudah di manfaatkan oleh rekan-rekan nelayan di suralaya,” ungkap Yayan.

Dia pun berharap Pemerintah Kota Cilegon tidak diam membisu seribu bahasa soal kasus Tanjung Peni.

“Mohon doanya agar kami masih bisa mempertahankan pangkalan tanjung peni untuk tetep berada di tempatnya sampai anak cucu kita kelak serta saat ini kita rekan-rekan nelayan sedang berjuang di titik nadir mengawal Perda perlindungan nelayan kota Cilegon yang sudah masuk ke prolegda kota Cilegon dan semoga mimpi-mimpi kami menjadi kenyataan,” harapnya.(*/Red)

HSNINelayan
Comments (0)
Add Comment