CILEGON – Menyikapi laporan masyarakat terkait adanya dugaan kecurangan dalam pelaksanaan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) di tingkat Kota Cilegon, Dewan Kebudayaan Kota Cilegon (DKKC) menyatakan akan mengambil langkah resmi dengan menyurati pihak-pihak terkait untuk meminta penjelasan dan klarifikasi.
Ketua Umum DKKC, Ayatullah Khumaeni, menyampaikan bahwa pihaknya menerima sejumlah aduan yang mencurigai adanya praktik yang tidak transparan dalam proses seleksi dan penilaian peserta.
“Kami memandang serius setiap laporan yang menyangkut integritas kegiatan seni dan budaya, apalagi yang melibatkan generasi muda. Oleh karena itu, kami akan segera mengirimkan surat resmi kepada pihak penyelenggara untuk meminta klarifikasi dan membuka ruang dialog,” ujarnya, Rabu (28/5/2025).
Dewan Kebudayaan menegaskan bahwa prinsip keadilan, profesionalisme, dan objektivitas harus menjadi fondasi dalam setiap ajang seni, khususnya yang bertujuan menjaring bakat siswa dan mengembangkan potensi seni budaya sejak dini.
Selain menyurati instansi teknis penyelenggara, DKKC juga membuka ruang kepada masyarakat, peserta, maupun orang tua untuk menyampaikan kronologi atau bukti tambahan yang relevan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh.
“Kami bukan mencari siapa yang salah, tapi ingin menjaga marwah kompetisi budaya agar tetap sehat dan murni. Ini bentuk tanggung jawab moral kami sebagai mitra kebudayaan,” tegas Ayatullah.
DKKC berharap klarifikasi ini akan menjadi langkah positif menuju penyelenggaraan lomba yang lebih jujur, transparan, dan mendidik di masa mendatang.(*/Nandi)