CILEGON-Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon memberangkatkan 40 warga untuk menjalankan ibadah umrah gratis ke Tanah Suci, Minggu (13/9/2026).
Program tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah dalam memfasilitasi masyarakat untuk beribadah sekaligus memberikan apresiasi kepada tokoh agama dan masyarakat.
Walikota Cilegon H. Robinsar mengatakan, total peserta program umrah gratis tahun ini berjumlah 43 orang. Namun, tiga peserta akan diberangkatkan pada Oktober
“Alhamdulillah hari ini kita berangkatkan 40 orang. Ada tiga orang menyusul karena yang tiga orang itu adalah salah satu perwakilan MTQ nasional dari kota cilegon yang mewakili Provinsi Banten ke tingkat nasional,” kata Robinsar kepada wartawan.
Menurutnya, peserta mendapatkan fasilitas umrah secara penuh, mulai dari visa, paspor, pemeriksaan kesehatan, tiket pesawat, hotel hingga konsumsi selama perjalanan.
“Jadi satu paket umrah, sudah bebas biaya visa, paspor, kesehatan, hotel, pesawat, makan dan minum sampai pulang,” jelasnya.
Robinsar menyebut mayoritas peserta berasal dari kalangan ulama, tokoh agama, guru ngaji, tokoh masyarakat, serta warga yang dinilai aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan.
“Ini bentuk pemerintah memfasilitasi masyarakatnya untuk bisa beribadah. Umrah itu sebenarnya panggilan Allah, kita hanya memfasilitasi dan menjadi wasilah,” katanya.
Sementara itu, Kabag Kesra Setda Kota Cilegon H. Rahmatullah mengatakan program tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kehidupan keagamaan sekaligus memberikan apresiasi kepada masyarakat yang berkontribusi bagi pembangunan daerah.
“Program ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam kehidupan beragama dan memberikan apresiasi kepada tokoh agama serta tokoh masyarakat yang memberikan kontribusi positif untuk Kota Cilegon,” kata Rahmatullah.
Rahmatullah mengungkapkan, anggaran program umrah gratis tahun 2026 mencapai sekitar Rp1,5 miliar.
Peserta berasal dari berbagai unsur, diantaranya masyarakat, MUI, pendidik, perguruan tinggi, serta penerima penghargaan atau prestasi.
Salah satu peserta, M. Irham Ghifari, warga Temu Putih, mengaku tidak menyangka terpilih mendapatkan umrah gratis setelah mengikuti kegiatan subuh berjamaah dan tahajud.
“Masya Allah, saya kaget ketika nama saya dipanggil. Saya kira bukan nama saya. Alhamdulillah, Allah panggil untuk bisa berangkat ke Tanah Suci,” ujar Irham.
Irham berharap program tersebut tidak hanya menjadi hadiah bagi masyarakat, tetapi juga mendorong warga semakin rajin beribadah dan menghidupkan masjid.
“Jangan sampai shalatnya hanya karena hadiah. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini masyarakat semakin giat beribadah dan menghidupkan masjid-masjid,” katanya. (*/Ali)