CILEGON – UPT Pengelolaan Pendapatan Daerah (PPD) / Samsat Kota Cilegon Bapenda Provinsi Banten menginisiasi sumber penerimaan melalui upaya registrasi data untuk alat berat yang ada di Kota Cilegon.
Upaya pendataan tersebut dilakukan untuk mendongkrak pendapatan daerah dari sektor industri.
Program ini sudah dimulai sejak 30 Juli 2025 dan menyasar pelaku usaha serta pemilik kendaraan berat seperti ekscavator, forklift dan alat berat lainnya.
Saat ini menurut Kepala UPT PPD Samsat Cilegon, Tb Mochamad Kurniawan pihaknya masih melakukan pendataan dengan memberikan waktu kepada pemilik dan pengusaha alat berat untuk melakukan registrasi melalu surat imbauan nomor:900.1.13.1/103/UPTD PPD CLG/VII/2025.
“Semua UPT Samsat lagi pemetaan jadi blum keliatan secara pasti jumlah alat berat di perusahaan, makanya Samsat Cilegon buat langkah diatas dengan Rakor, himbauan dan scan barcode pendaftaran,” ujar pria yang akrab disapa Iwan, Rabu (13/8/2025).
Menurut Iwan, pendataan dilakukan secara mandiri dengan mengisi formulir pendaftaran dan dikirim melalui e-mail: pendataan.samsatclg@gmail.com
“Pendaftaran dan pembayaran pajak alat berat merupakan kewajiban yang harus
dipenuhi. Untuk itu, kami mohon kerja sama bapak/Ibu agar dapat segera
melaksanakan kewajiban tersebut paling lambat 14 (empat belas) hari kerja sejak surat ini diterima,” katanya.
Imbauan ini menurut Iwan bersifat mengikat sehingga perlu langsung ditindaklanjuti oleh pemilik dan pengusaha alat berat, setelah tanggal 14 Agustus 2025 pendataan dan registrasi akan langsung dilakukan oleh petugas gabungan.
“Apabila sampai dengan batas waktu yang ditentukan belum dilakukan pendaftaran, maka akan dilakukan pengecekan dan pendataan langsung di lapangan oleh petugas gabungan dari Badan Pendapatan Daerah dan aparat keamanan terkait, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.
Saat ini Cilegon ditetapkan sebagai pilot proyek untuk program ini, karena banyaknya unit alat berat yang beroperasi di Kota Baja ini.
“Karena hasil pemetaan sementara cukup banyak, ribuan alat ada di wilayah cilegon, setelah semuanya terpetakan baru bisa kita hitung secara pasti target untuk alat berat,” pungkasnya. (*/ADV)