CILEGON – Aksi unjuk rasa mahasiswa dalam rangka refleksi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Cilegon yang digelar di depan Kantor Pemerintah Kota Cilegon, Senin (28/4/2025), menuai sorotan publik usai munculnya coretan di sejumlah titik fasilitas umum.
Tindakan vandalisme yang dilakukan massa aksi tersebut menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.
Sebagian menganggapnya sebagai bentuk perusakan, namun ada pula yang menilai hal itu sebagai ekspresi kekecewaan terhadap pemerintah.
Salah satu yang menyoroti peristiwa itu adalah aktivis senior Kota Cilegon, Juli Tresno Ajie, yang menyampaikan pandangan berbeda terkait fenomena tersebut.
“Vandalisme, dalam konteks demonstrasi, bisa dilihat sebagai ekspresi keresahan publik ketika ruang aspirasi tidak tersedia atau tertutup,” ujar Juli dalam keterangannya di Cilegon, Kamis (1/5/2025).
Menurutnya, aksi mahasiswa merupakan respons atas sikap pemerintah daerah yang dinilai kurang terbuka terhadap kritik dan aspirasi warganya.
Ia menilai bahwa dalam negara demokrasi, menyampaikan pendapat di ruang publik adalah hak setiap warga negara.
“Kepala daerah harus menjadi telinga rakyat. Ia dipilih untuk melayani semua, bukan hanya kelompok tertentu. Yang terpenting, jangan anti kritik,” tegasnya.
Juli juga berharap agar Wali Kota Cilegon yang saat ini menjabat dapat lebih responsif dan inklusif dalam memimpin, serta mampu membangun komunikasi yang sehat antara pemerintah dan elemen masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami berharap kepala daerah sekarang bisa menjadi pemimpin yang hadir, mendengar, dan menjembatani semua kepentingan masyarakatnya,” imbuhnya.
Aksi unjuk rasa yang disertai coretan pada dinding gedung pemerintahan itu menjadi cerminan adanya ketegangan komunikasi antara mahasiswa dan pemerintah daerah.
Namun, di balik tindakan tersebut, tersimpan pesan mendalam tentang pentingnya keterbukaan ruang dialog dalam tata kelola pemerintahan yang demokratis dan berkeadilan.
“Jangan lihat hanya cat semprot di tembok, tapi pahami pesan yang hendak disuarakan,” pungkasnya.(*/Nandi)