Warga Gerem Cilegon Minta Dewan Fasilitasi Penanganan Banjir

 

CILEGON — Persoalan banjir yang kerap melanda Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, kembali dikeluhkan warga.

Setiap musim penghujan, genangan air dilaporkan merendam permukiman dan menimbulkan kerugian material, sehingga warga meminta DPRD Kota Cilegon memfasilitasi langkah konkret penanganannya.

Aspirasi tersebut disampaikan perwakilan RT, RW, tokoh pemuda, serta Karang Taruna Kelurahan Gerem saat mendatangi Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Muhammad Saiful Basri, pada Kamis (1/1/2026).

Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan kondisi banjir yang terjadi berulang dan berharap adanya solusi menyeluruh dari pemerintah daerah.

Menanggapi hal tersebut, Basri menyatakan bahwa pihaknya telah menerima dan mendengarkan langsung keluhan warga.

Ia menegaskan komitmen DPRD untuk segera menindaklanjuti persoalan banjir melalui mekanisme resmi bersama instansi terkait.

“Tadi kami sudah berdiskusi dan mendengar keluhan warga terkait bencana banjir di Gerem ini, insyaallah dalam waktu dekat kami akan fasilitasi RDP,” ujar Basri, Kamis (1/1/2026).

Basri menjelaskan, dalam rapat dengar pendapat tersebut DPRD akan menghadirkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) teknis yang memiliki kewenangan dalam penanganan banjir.

Langkah ini diharapkan dapat menghasilkan solusi yang konkret dan terukur.

“Kami akan hadirkan dari PUPR, DLH dan BPBD untuk mendengarkan keluhan masyarakat dan berdiskusi solusi konkrit,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Basri mengungkapkan bahwa salah satu dugaan penyebab banjir di wilayah Gerem berkaitan dengan perubahan fungsi dan penyempitan saluran sungai.

Untuk itu, pihaknya juga akan melibatkan instansi yang menangani perizinan.

“Kita juga akan menghadirkan PTSP karena berkaitan dengan jaringan sungai yang dulu aktif itu banyak terpotong masuk ke wilayah industri juga ada penyempitan saluran,” tambah Basri.

Sementara itu, Ketua RW 1 Lingkungan Gerem, Saimuri, mengatakan bahwa keluhan terkait banjir telah berulang kali disampaikan warga.

Namun hingga kini, persoalan tersebut belum tertangani secara tuntas dan terus merugikan masyarakat setiap tahun.

“Setiap tahun kami kebanjiran, banyak kerugian dari kami, semoga langkah kami saat ini bisa mendapatkan solusi banjir ini,” ujarnya, Kamis (1/1/2026).

Ia berharap upaya yang dilakukan warga bersama DPRD dapat menjadi titik awal penyelesaian masalah, sehingga banjir tidak lagi menghantui masyarakat saat musim hujan.

Senada, Ketua RT 001 RW 004 Lingkungan Gerem Raya, Sukia, membenarkan bahwa banjir akibat luapan Kali Gerem kerap terjadi setiap musim hujan.

Sukia mengatakan, warga telah berulang kali menyampaikan keluhan terkait kondisi sungai tersebut, namun hingga kini belum ada penanganan yang signifikan.

“Warga kami sering waswas kalau hujan deras turun berjam-jam. Air cepat naik dan hampir masuk ke rumah,” ujar Sukia.

Dukungan juga datang dari unsur kepemudaan. Ketua Karang Taruna Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, M. Nai, menyatakan kesiapan pihaknya untuk bersinergi dan terlibat aktif dalam upaya penanganan banjir di wilayah tersebut.

“Karang taruna siap bersinergi, kita siap membantu biar banjir tidak terjadi lagi,” ujar M. Nai.

Dalam pertemuan dan diskusi tersebut turut hadir Ketua RW 3, sejumlah ketua RT, serta tokoh pemuda Kelurahan Gerem yang menyatakan komitmen bersama untuk mendorong penyelesaian persoalan banjir secara berkelanjutan. (*/ARAS)

Comments (0)
Add Comment