Warga Kali Baru Cilegon Resah Asap Oranye, Ketua RT Desak PT Vopak Perketat Pengawasan

 

CILEGON – Ketua RT 02 RW 02 Lingkungan Kali Baru, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Erik Herviansah, mengingatkan PT Vopak Indonesia agar lebih berhati-hati serta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas operasional perusahaan, menyusul munculnya asap oranye pekat yang dikeluhkan warga.

Keluhan tersebut mencuat setelah warga melihat asap berwarna oranye pekat membumbung tinggi dari area operasional PT Vopak pada Sabtu (31/1/2026).

Peristiwa itu menimbulkan kekhawatiran akan dampak lingkungan dan kesehatan, terutama bagi warga yang bermukim di sekitar kawasan industri.

“Peristiwa itu terjadi pada Minggu kemarin dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya warga yang tinggal berdekatan dengan kawasan industri,” kata Erik kepada Fakta Banten, Selasa (3/2/2026).

Menurut Erik, asap yang muncul tersebut bukanlah asap biasa. Ia menilai warna, bau, serta dampak yang dirasakan warga mengindikasikan adanya zat kimia berbahaya.

“Asap yang dikeluarkan PT Vopak itu melambung tinggi dan berwarna oranye. Kami menyatakan itu asap kimia. Kalau asap biasa tidak mungkin menimbulkan bau menyengat dan menyebabkan warga sesak napas, mual, serta pusing, meskipun pihak PT Vopak berdalih itu bukan asap kimia,” tegasnya.

Ia bahkan menantang manajemen perusahaan untuk merasakan langsung dampak kejadian tersebut jika terjadi di lingkungan tempat tinggal pimpinan perusahaan.

“Saya pastikan itu zat kimia. Coba kalau direksi atau pimpinan PT Vopak berada di lingkungan terdekat saat kejadian, pasti mereka juga akan menilai itu zat kimia,” ujarnya.

Terkait klarifikasi perusahaan yang menyebut peristiwa tersebut bukan kebocoran, Erik menilai hal itu merupakan urusan internal perusahaan.

Namun, ia menegaskan bahwa kejadian tersebut menunjukkan adanya kelalaian dalam sistem pengamanan dan penanganan limbah gas.

“Mau dalilnya ini bukan kebocoran, silakan. Yang jelas ini kelalaian, baik karena kurangnya sistem pengamanan maupun personel. Bagaimana caranya membuang sisa gas, bukan malah dilepas ke udara,” katanya.

Tak hanya menyoal keselamatan, Erik juga mendesak PT Vopak untuk bertanggung jawab secara finansial kepada warga yang terdampak langsung.

“Saya beri waktu sampai besok. Jika tidak ada tanggung jawab secara finansial, jangan salahkan kami jika bergerak bersama warga,” tegasnya.

Selain kompensasi, Erik meminta perusahaan memberikan masker secara rutin kepada warga, minimal sebulan sekali, serta menyediakan layanan kesehatan untuk memantau kondisi masyarakat sekitar.

“Pelayanan kesehatan juga penting agar kondisi warga kami bisa terkontrol,” ujarnya.

Meski demikian, Erik menegaskan bahwa masyarakat tidak menolak keberadaan industri di wilayahnya. Namun, keselamatan dan kesehatan warga harus menjadi prioritas utama.

“Kami mendukung investasi dan keberadaan industri, tapi keselamatan dan kesehatan warga juga harus diutamakan,” katanya.

Ia berharap PT Vopak dapat meningkatkan pengawasan internal serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan instansi terkait agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

“Komunikasi yang baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat adalah kunci menjaga hubungan yang harmonis di kawasan industri,” pungkasnya.***

Comments (0)
Add Comment