Warung Remang-remang di Ciwandan Dekat Kantor Aparat Pemerintah Sudah Beroperasi Lama dan Dibiarkan

 

CILEGON – Keberadaan sejumlah warung remang-remang (warem) di sepanjang Jalan Raya Ciwandan, tepatnya di depan Pabrik Gula PT Sentra Usahatama Jaya (SUJ), menuai sorotan publik.

Bahkan beragam komentar Warganet di akun medsos @fakta_banten menyebutkan bahwa warem-warem itu telah lama berdiri dan beroperasi di lokasi itu.

Warganet juga menilai bahwa selama ini keberadaan warem itu seperti dibiarkan tanpa ada tindakan tegas dari pihak berwenang.

Sorotan ini mencuat usai diunggah di akun media sosial @fakta_banten yang menampilkan kondisi deretan warem pada Selasa malam (15/7/2025).

Unggahan itu pun langsung dibanjiri komentar dari warganet yang mempertanyakan sikap aparat serta pemerintah setempat.

“Sudah lama berdiri dan menjamur,” tulis akun @adhe dalam kolom komentar, dikutip Kamis (17/7/2025).

Komentar senada juga disampaikan oleh akun @irfa. “Tiap jalan-jalan itu selalu rame karaokean,” katanya.

Sementara itu, akun @sofa menyayangkan tidak adanya penertiban selama ini.

“Dari dulu juga gak digusur-gusur, masih aktif,” tulisnya.

Akun @fata bahkan mengaku heran. “Udah lama kok baru tahu,” tulisnya.

“Udah bosen liatnya,” tulis akun @rf, yang merasa keberadaan tempat tersebut seperti dibiarkan.

Yang lebih menyorot adalah komentar dari akun @angg, “Di Ciwandan banyak dewan padahal, tapi pada diem-diem aja,” ucapnya, menyindir diamnya para wakil rakyat terhadap fenomena tersebut.

Mayoritas komentar menunjukkan keprihatinan warga terhadap menjamurnya tempat-tempat hiburan malam tersebut di kawasan industri, dengan menyebut akun Instagram resmi Walikota Cilegon @robinsar19.

Diberitakan sebelumnya, pantauan di lapangan pada Selasa malam (15/7/2025) menunjukkan sejumlah wanita malam berpenampilan mencolok tampak duduk santai di luar warung, dan menyapa para pengendara yang melintas.

Diperkirakan terdapat tiga unit warem di lokasi tersebut, masing-masing dihuni lebih dari satu perempuan yang disebut-sebut sebagai pelayan.

Namun demikian, aktivitas para perempuan itu memunculkan dugaan adanya kegiatan lain di luar sekadar menyajikan kopi dan makanan ringan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, selain menjajakan minuman dan kudapan, beberapa warem tersebut juga diduga menyuguhkan minuman keras kepada para pengunjung.

Ironisnya, keberadaan warem tersebut sangat dekat dengan kantor aparat pemerintahan setempat.

Jika menghitung jarak, ternyata warem itu hanya sekitar 1 kilometer dari Kantor Kecamatan Ciwandan.

Bahkan yang paling dekat, berjarak 200 meter dari Markas Koramil 2307 Ciwandan, dan 1 kilometer dari Polsek Kawasan Pelabuhan Banten.

Hal ini memicu keresahan warga yang mempertanyakan pengawasan aparat terhadap aktivitas di lokasi yang cukup dekat dengan institusi pemerintahan dan keamanan itu. (*/Nandi)

Aparat pemerintahanCiwandanWarung Remang-Remang
Comments (0)
Add Comment