1.726 Bencana Terjang Banten Selama 9 Bulan, Ribuan Warga Terkena Dampak

SERANG – Provinsi Banten belum lepas dari bayang-bayang bencana. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten mencatat sepanjang Januari hingga September 2026, total 1.726 kejadian bencana melanda 8 kabupaten/kota.

Dampaknya dari bencana ini, sebanyak 116.894 jiwa terdampak dan ribuan rumah rusak.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Banten, Luthfi Mujahidin, mengatakan, ada dua fase besar bencana di Tanah Jawara tahun ini.

“Dinamika bencana di Provinsi Banten ini ada dua fase, yaitu hidrometeorologi basah dan kering,” katanya, Jum’at (6/11/2026).

Di fase pertama, awal tahun, banjir menjadi raja bencana. Tercatat 717 kejadian banjir atau 41,5 persen dari total bencana.

Puncaknya terjadi pada Januari dengan 264 kejadian dan Maret dengan 96 kejadian.

“Banjir mencatatkan dampak sosial terbesar, dengan 69.559 jiwa terdampak serta ribuan pemukiman warga terendam,” ujarnya.

Wilayah paling parah terdampak banjir adalah Kabupaten Pandeglang, Lebak, Tangerang, dan Kota Serang. Ribuan warga harus mengungsi karena rumah terendam hingga 2 meter.

Di urutan kedua, cuaca ekstrem dan pohon tumbang menyumbang 433 kejadian atau 25,1 persen. Angin kencang dan hujan lebat mengakibatkan sedikitnya 23 unit rumah warga mengalami rusak berat hingga ringan, serta memicu puluhan pohon tumbang yang mengganggu jalur transportasi utama Pandeglang – Serang dan Lebak – Bogor.

Sementara itu, bencana tanah longsor dan pergerakan tanah tercatat 112 kejadian atau 6,5 persen. Bencana ini dominan terjadi di area perbukitan dan bantaran sungai di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

Tak hanya bencana alam, TRC BPBD juga sibuk menangani kejadian non-bencana. Tercatat 30 aksi evakuasi sarang tawon, ular, dan penyelamatan warga, 21 insiden kebakaran permukiman dan lahan, serta 11 operasi pencarian dan pertolongan (rescue) orang tenggelam dan hilang di gunung.

Luthfi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada memasuki masa pancaroba November-Desember.

“Kami terus koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, distribusi air bersih, pemangkasan pohon rawan tumbang, dan siaga personil di titik rawan,” paparnya.***

Comments (0)
Add Comment