SERANG -Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Banten menargetkan mutasi kepala sekolah SMA, SMK dan SKh Negeri selesai akhir bulan ini.
Kepala BKD Banten, Ai Dewi, mengatakan mutasi kepala sekolah yang akan dilakukan sebanyak 120 orang lebih.
“Yang mutasi insya Allah targetnya akhir bulan ini. Paling cepat. Karena ada beberapa mekanisme yang harus diselesaikan dulu,” ujar Ai, Jum’at (16/10/2026).
“Yang mutasi itu 120-an lebih. Yang mutasi kan rencananya yang jauh didekatkan. Yang sudah terlalu lama juga dan ada beberapa yang memang jadi catatan,” tambahnya.
Ia menyebut ada kepala sekolah yang sudah menjabat satu periode bahkan dua periode di sekolah yang sama sehingga menjadi prioritas untuk dimutasi.
Mutasi tersebut, kata Ai, ada yang sifatnya tukar posisi dan ada yang mengisi kekosongan karena pensiun.
“Mutasi itu ada yang isi kekosongan, ada yang tuker. Ada juga yang memang mutasi menempatkan di tempat yang sudah pensiun,” jelasnya.
Selain mutasi, BKD Banten juga mencatat ada 49 jabatan kepala sekolah yang saat ini masih diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt).
Jabatan kosong tersebut akan diisi melalui seleksi calon kepala sekolah yang saat ini sedang berproses.
“Kalau hitungannya sih 49. Itu dari seleksi cakep (calon kepala sekolah). Rencananya kan dilakukan seleksi, pengumuman lulus administrasi dulu, baru nanti ada CAT, ada assessment,” kata Ai.
Ia menjelaskan proses seleksi melibatkan dua kementerian karena urusan guru tidak hanya di BKN, tetapi juga harus dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Setelah itu proses selesai, sistem masuk. Nanti di-input ke sistem BKN untuk perteknya keluar dari BKN. Setelah itu selesai baru nanti pelaksanaannya,” ujarnya.
BKD menegaskan mutasi akan diselesaikan terlebih dahulu, baru kemudian pengisian calon kepala sekolah definitif.
“Yang mutasi dulu. Kalau yang mutasi selesai, baru nanti kita bicara yang calon kepala sekolah. Jadi ada dua, satu mutasi, satu seleksi calon kepala sekolah. Inginnya akhir tahun ini semua selesai,” katanya.
Animo seleksi calon kepala sekolah cukup tinggi. Ai menyebutkan ada sekitar 2 ribuan pendaftar.
“Yang mendaftar itu ada dua ribuan. Kalau tidak salah ya, yang lulus administrasi itu 574. Nah yang 574 ini yang akan diikutkan CAT,” ungkapnya.
Dengan kuota hanya 49 kursi, persaingan pun cukup ketat dengan rasio 1 banding 10.
“Untuk mengisi 49 (kursi). Jadi 1 banding 10. Ketat banget,” pungkasnya.***