SERANG – Gubernur Banten Andra Soni mengaku terdapat sekitar 200 ribu rumah warga yang masuk dalam kategori rumah tidak layak huni atau RTLH.
“Jumlah rumah tidak layak huni itu besar sekali, hampir 200 ribu,” kata Andra usai mengikuti penyerahan hasil renovasi rumah layak huni yang dilakukan oleh Yayasan Bahtera Mandiri Indonesia (BMI) di Desa Sindang Panon, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, Rabu (6/8/2025).
Guna mengatasi masalah ini, Andra mengaku baik Pemerintah Pusat maupun Pemprov Banten tengah menyiapkan berbagai program.
“Pemerintah telah menyiapkan beberapa program, provinsi juga menyiapkan program-program ada yang satu kawasan di SK-kan sebagai kawasan kumuh dan itu dikelola oleh Pemprov Banten,” jelas Andra.
Penyelesaian masalah RTLH ini, kata Andra, juga membutuhkan peran berbagai pihak lain, seperti hadirnya bantuan dari BMI yang turut serta mendukung pembangunan atau renovasi RTLH.
“Banyak orang baik yang membangun komunikasi dengan kami, dan ingin membantu dalam skala kemampuan mereka, dan ini salah satunya,” ungkapnya.
Andra mengapresiasi langkah BMI dalam membantu pembangunan rumah serta memberikan menfasilitasi air bersih, makan gratis, hingga bantuan sembako bagi warga Banten.
“Kami juga mohon bantuan ini dapat dimanfaatkan dan dirawat oleh masyarakat sekitar,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pembina Yayasan BMI Budi Karya Sumadi mengatakan, yayasannya bakal merenovasi 40 rumah di Banten pada tahap I di 2025, tiga rumah diantaranya di Desa Sindang Panon,Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang.
“Semoga ini bisa menjadi contoh yang baik,” katanya.
Mantan Menteri Perhubungan (Menhub) ini mengaku, bantuan yang diberikan merupakan stimulus agar pihak lain dapat ikut serta dalam proses pembangunan di Banten, termasuk pembangunan rumah.
“Kalau contoh kita hadirkan saya yakin banyak sekali yang lain dapat tergugah,” tuturnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Fraksi Partai NasDem DPRD Banten Wawan Suhada, dan perwakilan Bupati Tangerang. (*/Ajo)