Rakorda Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Banten, Optimalkan Program dengan Perluas Kolaborasi dan Sinergi Antar Lembaga

 

 

 

SERANG-Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Kanwil Provinsi Banten menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) di Hotel Aston Serang, Selasa (12/8/2025).

Agenda dengan tema “Sinergitas, Kolaborasi Serta Akselerasi Quick Win Kemendukbangga/BKKBN Bersama Mitra Untuk Banten Maju Mandiri dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas 2045”, dihadiri oleh pimpinan daerah, Forkopimda, mitra strategis, akademisi, dan perwakilan dari seluruh kabupaten/kota di Banten.

Rakorda ini membahas Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) di tahun 2025.

Mewakili Menteri Kemendukbangga/Kepala BKKBN, Wihaji, Kepala Perwakilan BKKBN Banten, Rusman Efendi dalam sambutannya memaparkan capaian program di tahun 2024.

Dalam paparannya, program yang tercapai sudah baik. Misalnya Angka Kelahiran Total (TFR) 1,98 (rasio capaian 98,98%). Kemudian Tingkat Fertilitas Berdasarkan Usia (ASFR) Remaja 13,9 per 1.000 WUS (125,87%).

Lalu Modern Contraceptive Prevalence Rate, persentase pasangan usia subur yang menggunakan alat atau metode kontrasepsi modern (mCPR) di angka 63,6% (106%).

Selanjutnya kebutuhan akan layanan KB yang tidak terpenuhi pada pasangan usia subur atau unmet need turun menjadi 10,3%, serta 97,4% Kampung KB sudah berklasifikasi mandiri.

Berkaitan dengan ini, program atau inisiatif yang dirancang untuk memberikan dampak positif yang cepat dan terukur dalam pembangunan keluarga atau Quick Wins Kemendukbangga/BKKBN di Banten hingga Juli 2025 ialah:

Gerakan Orangtua Asuh Cegah Stunting (GENTING) telah membantu 15.068 sasaran (baduta, bumil, busui) dengan dukungan Rp 2,68 miliar dari 354 orang tua asuh.

Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang menjangkau 78,26% lokasi target dan membina 310.147 keluarga.

Lansia Berdaya atau SIDAYA mencatat 98,17% anggota BKL aktif dan 95,28% lansia mengikuti sekolah lansia.

Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) yang mencapai 100% keterlibatan komunitas ayah di beberapa indikator.

“Rakorda ini bukan sekadar forum evaluasi, tetapi momentum menyatukan visi pusat dan daerah agar setiap rupiah anggaran memberikan manfaat maksimal,” katanya.

“Target kita bukan hanya angka, tapi perubahan nyata bagi keluarga Indonesia,” sambung Rusman Efendi mewakili Menteri.

Guna mengoptimalkan beberapa program nanti, BKKBN Banten juga memperluas kolaborasi dan sinergi antar lembaga terkait.

Misalnya penandatanganan sembilan MoU atau perjanjian kerjasama dengan perguruan tinggi dan mitra strategis.

Dalam Rakorda juga mengukuhkan Ayah Bunda GenRe & OTA GENTING untuk kepala daerah se-Banten, penyerahan DAK Subbidang KB 2025.

Selanjutnya pemberian 18 kategori penghargaan, serta panel diskusi terkait peta jalan kependudukan, gizi, evaluasi capaian program, dan praktik baik percepatan penurunan stunting.

Di tempat yang sama, Gubernur Banten yang diwakili oleh Asisten Daerah I, Komarudin mengapresiasi program-program yang dicanangkan oleh BKKBN.

Inovasi seperti GENTING, terbukti menurunkan prevalensi stunting di Banten dari 24% pada 2023 menjadi 21,1% pada 2024.

“Ini bukti kerja sama lintas sektor yang nyata. Harus kita lanjutkan dengan langkah yang lebih cepat dan terukur,” ujarnya.

Terakhir, ia menegaskan bahwa bonus demografi Banten yang mencapai 70,1% penduduk usia produktif harus diimbangi dengan peningkatan kualitas SDM.

“Kalau dikelola dengan baik, bonus ini menjadi mesin pertumbuhan ekonomi. Tapi tanpa kualitas, justru menjadi beban. Pembangunan keluarga adalah pondasi utama untuk mencetak generasi unggul,” tukasnya. (*/Ajo)

BantenBKKBNKemendukbangga
Comments (0)
Add Comment