411 Ribu Warga Banten Masih Menganggur Awal 2026, BPS Soroti Lemahnya Daya Serap Tenaga Kerja

SERANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat sebanyak 411 ribu penduduk masih berstatus pengangguran hingga Februari 2026.

Angka tersebut setara dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 6,59 persen dari total angkatan kerja yang mencapai 6,24 juta orang.

Meski mengalami penurunan dibandingkan November 2025 yang mencapai 430 ribu orang, kondisi ketenagakerjaan di Banten dinilai belum sepenuhnya membaik.

Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana, menjelaskan bahwa perubahan jumlah angkatan kerja menjadi faktor utama yang memengaruhi turunnya angka pengangguran.

Menurutnya, peningkatan jumlah penduduk bekerja memang terjadi secara persentase, namun dinamika masuk dan keluarnya angkatan kerja turut berpengaruh terhadap statistik pengangguran.

Pada Februari 2026, jumlah angkatan kerja tercatat 6,24 juta orang dari total 9,59 juta penduduk usia kerja. Angka ini menurun dibandingkan November 2025 yang mencapai 6,48 juta orang.

Penurunan angkatan kerja tersebut turut berdampak pada berkurangnya jumlah pengangguran.

Namun di sisi lain, jumlah penduduk bekerja juga mengalami penurunan, dari 6,05 juta orang menjadi 5,83 juta orang.

Dari total pekerja tersebut, sekitar 4,57 juta orang bekerja penuh waktu. Sementara sisanya terdiri dari 923 ribu pekerja paruh waktu dan 335 ribu orang yang masuk kategori setengah pengangguran.

Yusniar menegaskan, penurunan angka pengangguran bukan sepenuhnya disebabkan oleh meningkatnya penyerapan tenaga kerja.

Ia menilai pasar kerja di Banten masih belum cukup kuat dalam menyediakan lapangan pekerjaan secara konsisten bagi masyarakat.

Selain itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga mengalami penurunan dari 67,75 persen pada November 2025 menjadi 65,01 persen pada Februari 2026.

Dari sisi kualitas pekerjaan, proporsi tenaga kerja formal turut mengalami penurunan. Pada Februari 2026, pekerja formal tercatat sebesar 52,19 persen, sedikit turun dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka 52,72 persen.

Adapun sektor perdagangan, industri pengolahan, serta pertanian masih menjadi penyumbang terbesar dalam penyerapan tenaga kerja di Provinsi Banten.

Namun demikian, struktur pendidikan tenaga kerja masih didominasi lulusan berpendidikan rendah.

BPS mencatat pekerja lulusan SD ke bawah mencapai 2,08 juta orang atau sekitar 35,74 persen dari total pekerja, meningkat dibandingkan November 2025 yang sebesar 30,79 persen.

Sebaliknya, penyerapan tenaga kerja lulusan SMK justru mengalami penurunan, dari 856 ribu orang menjadi sekitar 719 ribu orang. Tren penurunan juga terjadi pada lulusan SMA dan SMP.

Jumlah pekerja lulusan Diploma III turun dari 106 ribu menjadi 85 ribu orang, sementara tenaga kerja berpendidikan tinggi (Diploma IV hingga S3) hanya sekitar 10,51 persen dari total pekerja.

Menurut Yusniar, dominasi tenaga kerja berpendidikan dasar menjadi tantangan besar dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing tenaga kerja di Banten.

Ia menilai peningkatan kualitas pendidikan dan keterampilan kerja menjadi kunci penting untuk memperkuat pasar tenaga kerja di masa mendatang.***

Comments (0)
Add Comment