5 Kabupaten/Kota di Banten Merasakan Getaran Gempa Tektonik

SERANG – Pada bulan Oktober 2021, di wilayah Banten dan sekitarnya telah terjadi gempa bumi tektonik sebanyak 78 kejadian. Gempa bulan Oktober lebih tinggi sekitar 39,3% frekuensi kejadiannya dibandingkandengan bulan
September 2021 yaitu 56 kejadian gempa bumi.

“Sebaran pusat gempa bumi (episenter) umumnya berada di laut, yaitu pada zona pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia di bagian selatan Provinsi Banten hingga Jawa Barat,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Geofisika Klas 1 Tangerang Urip Setiyono, Senin (1/11/2021).

“Gempa bumi dengan kekuatan M < 3 sebesar 26% (20 kejadian) diikuti gempa bumi dengan kekuatan 3 ≤ M < 5 dominan terjadi yaitu sebesar 74% (58 kejadian) dan tidak ada kejadian gempa bumi dengan kekuatan M ≥ 5 pada periode tersebut,” tambahnya.

Diungkapkannya, berdasarkan kedalaman, gempa bumi pada periode tersebut didominasi oleh gempa bumi dangkal sebesar 87% atau 68 kejadian. Sedangkan di kedalaman menengah sebesar 13% atau 10 kejadian, dan tidak ada kejadian gempa bumi dalam.

Dari 78 gempa bumi yang terjadi, satu kejadian gempa bumi yang guncangannya dirasakan di wilayah Banten.

“Yaitu gempa bumi yang terjadi hari Kamis, tanggal 07 Oktober 2021, pada pukul 08:05:37 WIB dengan kekuatan M=4.7 dan pusat gempa bumi terletak pada koordinat 6.91 LS – 105.04 BT, tepatnya berada di laut pada jarak 136 km BaratDaya Pandeglang-Banten dengan kedalaman 10 km,” sebutnya.

Berdasarkan laporan, Urip menyebut, gempa bumi ini dirasakan di 5 kabupaten/kota se-Banten, yakni di wilayah Kabupaten Pandeglang (Sumur, Cikeusik, Labuan, dan Cimanggu), Kabupaten Serang (Cinangka), Kabupaten Lebak (Binuangeun, Cijaku, Malingping), Kota Cilegon, dan Kota Serang dengan skala intensitas II – III MMI. (*/Faqih)

Comments (0)
Add Comment