7 Sekolah Swasta di Banten Mundur dari Program Sekolah Gratis, Bagaimana Nasib Siswa?

SERANG — Sebanyak 7 SMA Swasta di Provinsi Banten mengajukan pengunduran diri dari program Sekolah Gratis milik Pemprov Banten.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, penarikan diri tidak bisa dilakukan sembarangan karena sudah terikat MoU di awal kerja sama.

Menurut Andra, salah satu klausul penting dalam MoU adalah komitmen sekolah untuk menjalankan program hingga 1 angkatan penuh lulus.

“Sekolah yang ikut wajib menyelenggarakan untuk satu angkatan penuh. Jadi kalau di angkatan kedua mereka tidak mau lanjut, maka angkatan pertama tetap harus diselesaikan sampai lulus. Itu sudah jadi kesepakatan bersama,” ujar Andra, Senin (3/8/2026).

Gubernur menegaskan alasan utama klausul itu dibuat adalah untuk melindungi siswa.

Pemprov tidak ingin ada peserta didik yang tiba-tiba kehilangan akses sekolah gratis di tengah jalan.

“Tidak bisa ikut di awal lalu berhenti di tengah. Kami harus pastikan tidak ada anak yang dirugikan. Komitmen kami, siswa yang sudah terdaftar di 7 sekolah itu tetap aman dan bisa sekolah gratis sampai lulus,” tegasnya.

Ia juga menyebut Pemprov akan melakukan pengawasan ketat agar sekolah yang mundur tetap menjalankan kewajibannya sesuai perjanjian.

Di tengah ada sekolah yang mundur, Andra mengklaim justru animo sekolah swasta lain untuk bergabung semakin tinggi.

Andra menyebut saat ini ada sekitar 50 sekolah swasta baru yang mengajukan diri masuk ke program Sekolah Gratis.

Namun semuanya masih dalam tahap kurasi dan verifikasi oleh Pemprov Banten.

“Minatnya justru luar biasa, tapi kita kurasi dulu, kita lihat kesiapan sarana, tenaga pengajar, dan komitmen mereka,” jelasnya.

Program Sekolah Gratis sendiri merupakan inisiatif Pemprov Banten untuk menekan angka putus sekolah dan meringankan beban orang tua.

Dengan adanya MoU yang mengikat, Pemprov berharap program ini bisa berjalan berkelanjutan dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.***

Comments (0)
Add Comment