Banten Masuk Wilayah Siaga Zona Bencana Hidrometeorologi Hingga 3 Bulan

 

SERANG-Provinsi Banten masuk ke dalam wilayah siaga zona bencana hidrometeorologi hingga 3 bulan ke depan.

Bencana ini merupakan akibat dari fenomena atmosfer dan air, yang mencakup banjir, kekeringan, tanah longsor, puting beliung, badai.

“Itu sudah kita tetapkan kemarin, tanggal 15 Desember 2025, sampai 90 hari ke depan, kira-kira di awal Maret 2026 terakhir,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten, Lutfi Mujahidin, Selasa (16/12/2025).

Penetapan siaga bencana ini, kata dia, juga merupakan hasil perkumpulan yang berakhir kesepakatan antara para pihak terkait.

“Kemarin kita kumpul dengan kepolisian, TNI AD kemudian PMI, Dinsos, Perkim. Kita kumpul, kita sepakat dengan data dan regulasi, kita harus menetapkan siaga bencana di Provinsi Banten,” kata dia.

Lutfi mengungkapkan, penetapan status ini merupakan bagian dari langkah antisipasi terjadinya bencana apabila terjadi di kemudian hari.

“Yang kemungkinan terjadi akibat oleh hidrometeorologi: banjir, tanah longsor. Maksudnya dengan kesiapsiagaan bencana ini, kita semua siap siaga, termasuk semuanya,” ungkapnya.

Adapun untuk landasan penetapan status ini, berasal dari rilis BMKG yang menyatakan bahwa wilayah Provinsi Banten sudah masuk ke dalam zona hujan.

“Regulasinya adalah rilis dari BMKG. BMKG menyatakan pertama saat ini Banten sudah masuk ke zona hujan yang waktunya memang 3 bulan ke depan,” jelasnya.

Lalu penentuan status ini, ia menjelaskan, minimal terdapat dua kabupaten atau kota yang sudah menetapkan siaga bencana.

Di Banten sendiri, kata dia, Kabupaten Pandeglang dan Kota Tangerang yang sudah menetapkan siaga bencana.

“Ke depan akan disusul oleh kabupaten-kabupaten lain. Namun itu sudah cukup bagi provinsi untuk menetapkan bahwa provinsi ini dalam level siaga bencana hidrometeorologi,” tutupnya.***

Comments (0)
Add Comment