SERANG — Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang memprioritaskan masyarakat lokal Provinsi Banten dalam berbagai program pelatihan vokasi yang digelar Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Kepala BBPVP Serang Ady Nugroho mengatakan, besarnya alokasi program pelatihan di BBPVP Serang untuk wilayah Banten tidak terlepas dari kondisi tingkat pengangguran terbuka (TPT) Banten yang masih menjadi salah satu yang tertinggi.
Menurut Ady, sekitar 60 persen anggaran Kemnaker yang dikelola melalui BBPVP Serang dialokasikan untuk berbagai program di wilayah Banten.
Sementara sisanya diperuntukkan bagi wilayah lain, seperti Lampung dan Sumatera Selatan.
“Karena memang prioritas kita, karena TPT Banten termasuk tertinggi. Makanya kita memberikan kesempatan,” kata Ady, Selasa (1/9/2026).
Ia menjelaskan, prioritas tersebut tidak hanya diberikan kepada pencari kerja di bidang ketenagakerjaan, tetapi juga mencakup berbagai sektor yang memiliki peluang kerja maupun usaha.
Pelatihan dapat dikembangkan untuk sektor perikanan, pertanian, ketahanan pangan, koperasi desa, hingga mendukung kebutuhan tenaga kerja dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Programnya hampir semua. Tidak cuma tenaga kerja. Misalnya perikanan bisa, pertanian bisa, ketahanan pangan bisa, Koperasi Desa Merah Putih, MBG bisa. Pokoknya semuanya bisa yang penting bisa kerja,” ujarnya.
Ady menyebut pelaksanaan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 4 di BBPVP Serang diikuti sekitar 491 peserta.
Sebagian besar peserta merupakan warga Banten. Ia memperkirakan sekitar 70 hingga 80 persen peserta pelatihan berasal dari Provinsi Banten.
Untuk pelatihan reguler dalam program PVN, peserta umumnya berasal dari lulusan SMA/SMK.
Sementara untuk kelas khusus, BBPVP Serang membuka kesempatan lebih luas sesuai kebutuhan dan jenis pelatihannya.
“Kalau yang batch itu PVN, Pelatihan Vokasi Nasional. Kalau yang non-batch biasanya kelas khusus. Misalnya mengambil 6G khusus, kita buka sendiri. Tidak ada batasan,” jelasnya.
Ady menambahkan, BBPVP Serang memiliki sejumlah kejuruan yang dinilai memiliki prospek kerja tinggi, termasuk pengelasan dan kelistrikan.
Bahkan, BBPVP Serang menjadi salah satu tempat pelatihan yang memiliki program las bawah air dan pelatihan pengelasan posisi 6GR, yang disebut sebagai salah satu tingkat pengelasan paling sulit.
Selain itu, BBPVP Serang juga mulai mengembangkan pelatihan yang berkaitan dengan energi terbarukan.
Ady mengatakan, orientasi pelatihan di BBPVP Serang tidak berhenti pada pemberian keterampilan.
Program pelatihan diarahkan agar lulusan memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke dunia kerja maupun mengembangkan usaha.
Sejumlah lulusan bahkan dipersiapkan untuk bekerja di luar negeri, termasuk ke Jerman.
BBPVP Serang juga memiliki jejaring dengan dunia industri melalui Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri (FKLPID).
Menurut Ady, kebutuhan industri menjadi salah satu dasar dalam menentukan jenis pelatihan yang diberikan kepada masyarakat.
“Kita ada namanya Karirhub Kemnaker. Kami juga punya jaringan FKLPID, Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dan Industri. Setiap lowongan itu kita tarik dulu, baru kita latih. Nah, tadi yang dibilang Pak Menteri, demand-driven,” ungkapnya.
Dengan pendekatan tersebut, pelatihan diharapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja, bukan sekadar memberikan keterampilan tanpa memperhitungkan peluang penyerapan tenaga kerja.
Ady mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki BBPVP Serang, tingkat kebekerjaan peserta pelatihan saat ini berada di kisaran 40 hingga 50 persen.
Data tersebut, kata dia, dipantau secara by name by address sehingga perkembangan lulusan dapat ditelusuri.
Selain masuk ke dunia kerja, masyarakat juga dapat mengajukan kebutuhan pelatihan berbasis potensi wilayah.
Ady mengatakan BBPVP Serang terbuka terhadap usulan pelatihan dari masyarakat sepanjang memiliki tujuan produktif, termasuk untuk mendukung kewirausahaan.
“‘Pak, kampung saya mau mengajukan proposal,’ boleh. Yang penting bisa wirausaha. Silakan, terbuka,” katanya.
BBPVP Serang juga berencana menambah fasilitas dan jenis pelatihan untuk menjangkau lebih banyak kelompok masyarakat, termasuk perempuan.
Ady mengakui peserta perempuan dalam pelatihan tertentu masih relatif sedikit karena beberapa kejuruan, seperti pengelasan dan kelistrikan, memang lebih banyak diminati laki-laki.
Namun, BBPVP Serang memiliki pelatihan lain yang lebih beragam, seperti menjahit dan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
Ke depan, pihaknya berencana menambah workshop pariwisata, garmen dan TIK.
Pengembangan pelatihan pariwisata diarahkan untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja di kawasan pariwisata, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung.
“Insyaallah kita tambah supaya kita bisa melayani masyarakat, khususnya di bidang pariwisata untuk KEK Tanjung Lesung,” tuturnya.
Ady menegaskan, seluruh program yang dijalankan BBPVP Serang pada akhirnya memiliki tujuan utama meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pelatihan vokasi diharapkan mampu membantu masyarakat memperoleh pekerjaan, meningkatkan produktivitas, maupun menciptakan peluang usaha baru.
“Tujuannya cuma satu, mengurangi pengangguran, kesejahteraan. Dari dua itu kalau berkurang, maka kita sudah sukses. Kemiskinan berkurang, kepuasan masyarakat melihat kita bermanfaat,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan informasi program pelatihan yang tersedia dan tidak ragu mengakses program BBPVP Serang sesuai kebutuhan.
Informasi mengenai berbagai program BBPVP Serang dapat diakses melalui laman resmi BBPVP Serang yang memuat informasi dan data program pelatihan.
Dengan memperkuat pelatihan berbasis kebutuhan industri, memperluas jejaring dunia kerja, serta memberikan prioritas kepada masyarakat Banten, BBPVP Serang diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.***