BEM Banten Bersatu Gelar Aksi May Day dan Hardiknas 2026, Sebut Pendidikan Belum Adil dan Pengangguran Masih Tinggi

SERANG – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu menggelar aksi dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) sekaligus Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 pada Senin (4/5/2026).

Aksi tersebut digelar sebagai bentuk refleksi kritis mahasiswa terhadap kondisi pendidikan, ketenagakerjaan, dan perlindungan sosial di Provinsi Banten yang dinilai masih menyisakan banyak persoalan.

Koordinator Umum BEM Banten Bersatu, Suci Indah Lestari, memimpin langsung aksi yang diikuti mahasiswa dari berbagai wilayah di Banten, mulai dari Lebak, Tangerang, Serang, Cilegon hingga Pandeglang.

Menurut Suci, keterlibatan mahasiswa lintas daerah menunjukkan bahwa persoalan pendidikan dan lapangan kerja bukan hanya dialami oleh satu wilayah tertentu, melainkan menjadi masalah bersama masyarakat Banten.

Ia menilai saat ini terjadi krisis sistemik yang berdampak langsung pada generasi muda, terutama terkait akses pendidikan dan peluang kerja.

“Kami melihat adanya ketimpangan serius dalam akses pendidikan, tingginya angka pengangguran, serta lemahnya perlindungan terhadap kelompok rentan. Momentum May Day dan Hardiknas ini menjadi titik konsolidasi perjuangan mahasiswa,” kata Suci.

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti berbagai persoalan mulai dari tingginya angka putus sekolah, ketidaksesuaian pendidikan dengan kebutuhan industri, hingga rendahnya kesejahteraan guru dan tenaga pendidik.

Selain itu, BEM Banten Bersatu juga menyinggung maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan pendidikan, kecenderungan komersialisasi pendidikan, persoalan lingkungan hidup, kebebasan pers, hingga kekhawatiran meningkatnya militerisme di ruang sipil.

Mahasiswa meminta pemerintah segera mengambil langkah nyata melalui evaluasi kebijakan pendidikan, peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, transparansi sistem ketenagakerjaan, serta penyediaan upah layak bagi pekerja.

Suci menegaskan aksi yang digelar mahasiswa bukan sekadar bentuk protes di jalanan, melainkan upaya menghadirkan gagasan perubahan kebijakan berbasis keadilan sosial.

“Kami tidak hanya menyampaikan kritik, tetapi juga membawa tuntutan konkret agar pemerintah tidak lagi menutup mata terhadap persoalan rakyat,” ujarnya.

Ia berharap momentum May Day dan Hardiknas dapat menjadi pengingat bagi pemerintah untuk menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada masyarakat serta menjamin masa depan generasi muda di Banten.

Aksi BEM Banten Bersatu pun menjadi simbol konsolidasi mahasiswa lintas daerah dalam mengawal kebijakan publik dan memastikan hak dasar masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan ketenagakerjaan, dapat terpenuhi secara menyeluruh. ***

Comments (0)
Add Comment