SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memperkuat infrastruktur pengendalian banjir di Kota Serang.
Tahun ini, dua proyek besar pembangunan drainase senilai total Rp16 miliar akan dilaksanakan untuk mengatasi titik-titik genangan yang kerap terjadi di wilayah ibu kota Provinsi Banten tersebut.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan, mengatakan, pihaknya telah menyiapkan dua kegiatan utama untuk pembangunan drainase di Kota Serang.
Proyek pertama berlokasi di Jalan Samaun Bakri, lingkungan Domba, Kelurahan Lopang, dengan anggaran sekitar Rp7 miliar.
“Yang drainase itu kita ada dua kegiatan. Yang pertama di Jalan Samaun Bakri, lingkungan Domba, Lopang, dengan anggaran kurang lebih Rp7 miliar,” ujar Arlan, Rabu (4/2/2026).
Proyek kedua merupakan pembangunan drainase pengendali banjir senilai Rp9 miliar, yang akan disebar di beberapa titik, termasuk kawasan Pandean.
Salah satu fokus pekerjaan adalah memperbesar gorong-gorong yang selama ini menjadi penyebab lambatnya aliran air di sisi kiri jalan.
“Yang di Pandean itu nanti kita besarin gorong-gorongnya. Sisi kirinya masih sering banjir, sementara sisi kanan sudah tidak. Jadi gorong-gorongnya kita perbesar supaya air bisa lebih lancar,” jelasnya.
Selain itu, Dinas PUPR Banten juga akan membangun long storage di kawasan BAP sebagai bagian dari sistem pengendalian air sementara.
Fasilitas ini diharapkan mampu menampung limpasan air hujan sambil menunggu pihak BPJT memperbesar gorong-gorong di jalur tol yang berdekatan.
Saat ini, proyek senilai Rp9 miliar tersebut masih dalam tahap penyesuaian APS (Anggaran Pendapatan dan Sumber).
Arlan menargetkan proses tender dapat dimulai setelah lebaran, sehingga pelaksanaan fisik bisa segera dilakukan pada April atau Mei 2026, bertepatan dengan musim kemarau.
“Harapan kita sebelum Lebaran sudah bisa tender. Karena pekerjaan drainase ini tidak bisa dilakukan di musim hujan, jadi kita targetkan mulai April atau Mei,” tambahnya.
Arlan menegaskan, pembangunan drainase ini merupakan bagian dari dukungan Pemprov Banten terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dalam mempercepat penanganan banjir dan penataan kota.
“Ini dalam rangka membantu Pemkot Serang, supaya sistem drainase kota lebih baik dan terintegrasi,” ujarnya.
Selain pembangunan drainase, Pemprov Banten juga mengalokasikan Rp5 miliar untuk penataan kawasan Jalan Royal Baru hingga Jalan Diponegoro.
Pekerjaan ini dilakukan secara sinergis dengan Pemkot Serang yang menangani lanjutan ruas Jalan Juhdi menuju kawasan Kantin.
“Untuk yang Royal Baru, kita bagi tugas dengan Pemkot Serang. Kota Serang meneruskan yang ke arah Kantin, sementara kita menata dari arah Jalan Diponegoro agar semuanya rapi dan terhubung,” ungkap Arlan.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah provinsi dan kota diharapkan dapat mempercepat transformasi wajah Kota Serang menjadi lebih tertata dan berfungsi optimal sebagai ibu kota provinsi.
“Kita harus memantaskan Kota Serang sebagai ibu kota Provinsi Banten. Dengan drainase yang baik dan penataan jalan yang rapi, wajah kota akan semakin layak,” tutup Arlan.***