SERANG – Pemprov Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus berupaya menghadirkan pelayanan optimal dalam pemenuhan kebutuhan infrastruktur masyarakat.
Salah satunya di bidang infrastruktur olahraga dan hiburan, dimana fasilitas Banten International Stadium (BIS) terus dilakukan pembenahan.
Usai menggelar pertandingan perdana sepakbola profesional BRI Super League 2025/2026, Sabtu (9/8/2025) lalu, ternyata mengalir sejumlah apresiasi atas kesiapan BIS yang sukses menjadi tuan rumah.
Banyak netizen bahkan memuji fasilitas BIS kini yang menjadi kandang Dewa United Banten FC itu.
Pujian ini tak terlepas dari kerja Dinas PUPR yang secara rutin merawat stadion kebanggaan Provinsi Banten itu.
Dalam akun TikTok DPUPR Banten, Firdaus Owibowo saat laga perdana pertandingan Dewa United Banten FC vs Malut United Sabtu (9/8/2025), memuji kualitas BIS.
“BIS, lapangan bolanya kelas internasional, zamannya bang Andra Soni. Beliau sekarang menjabat sebagai Gubernur Banten, beliau memajukan sepak bola Indonesia, tapi ini tak terlepas dari Dewa United,” ujarnya.
Netizen lain dalam video yang sama, mengungkapkan rasa kekaguman akan fasilitas yang diberikan. Terutama dari rumput, lightning atau pencahayaannya.
“Senang sih soalnya saya dekat dari Pandeglang, bagus sih lapangannya juga, rumputnya pada bagus, kayak wah gitu,” ujar netizen dalam video.
“Lapangan keren kualitas TV,” komen akun andlyy** dalam postingan Instagram dpupr_banten.
“TOP rumputnya,” komen lain akun andiyy**.
Lalu dalam akun Instagram stadion.banten, menerangkan bahwa BIS senantiasa dirawat berkala dan konsisten. Upaya ini dilakukan agar rumput BIS masuk dalam kategori standart.
Fasilitas yang terawat ini juga dilakukan DPUPR agar bisa menjadi stadion kebanggaan warga Banten.
“Biasanya rumput dilakukan perawatan seperti Grooming, verticutting, overseeding, topdressing, pemupukan, dan lain-lain, tergantung dari segi penyebab dan jenis rumputnya,” tulis caption akun tersebut.
Berbeda dengan stadion lainnya, yakni Jakarta International Stadium (JIS). Kualitas rumput JIS sempat dikeluhkan Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, ketika melakoni laga tandang.
Faktor kualitas rumput memang akan sangat berpengaruh terhadap pola permainan tim.
“Rumputnya sejak musim lalu memang kurang baik,” kata dia dalam konferensi pers usai pertandingan Persija vs Persita, Senin (11/8/2025).
Walaupun JIS nampak megah, pelatih asal Spanyol itu itu mengungkapkan, rumput menjadi penyebab timnya kalah telah dari Persija dalam BRI Super League. Laga Persija vs Persita berakhir dengan skor 4-0.
“Kami mengalami masalah yang sama,” ujar Carlos.
Carlos menyesalkan kurangnya perhatian terhadap kondisi lapangan JIS. Ia melihat tanda-tanda permasalahan tersebut saat menonton laga pramusim Persija melawan Arema.
Selain pelatih Carlos, sejumlah netizen juga mengeluhkan kualitas rumput di JIS. Dalam postingan Instagram jakinstadium tanggal 4 Juli 2025, akun renaldic*** mengomentari postingan tersebut.
“Rumput benerin tuh, kaya ladang pakan sapi,” komennya, lusa lalu.
Terbaru dalam postingan akun tersebut, netizen masih saja mengeluhkan kualitas rumput yang kurang di stadiun JIS.
“Semoga rumput lebih baik lagi sesuai dengan kemewahan JIS, kalau mau bikin banyak event tolong juga untuk peralatan perawatanny,” komen akun abdilahof*** beberapa jam yang lalu.
“Cuma rumput aja min di kembaliin seperti pertama pak Anis grand opening, stadion udah internasional tapi rumputnya please berbenah di rumput,” pinta akun ampuya**.
Dari informasi yang dihimpun, polemik rumput JIS kembali mencuri perhatian penggemar sepak bola Indonesia. Tak sedikit penggemar yang mempertanyakan stadion megah berbiaya Rp2 triliun ini terus bermasalah.
Jenis rumput yang digunakan JIS ialah jenis rumput jenis Zoysia Matrella. Rumput ini dipilih karena tahan terhadap iklim tropis. Rumput ini diketahui diimpor dari luar negeri dan diklaim sudah sesuai standar FIFA.
Faktor perawatan yang kurang optimal menjadi salah satu penyebab bermasalahnya rumput ini. Jenis rumput ini membutuhkan penyiraman rutin, pemotongan presisi, dan pengendalian hama.
Namun pengelola JIS kerap kali dikritik, disebabkan inkonsistensi dalam maintenance mengurus rumput tersebut.
Fasilitas BIS
Rumput BIS merupakan rumput yang berstandar FIFA (Federation Internationale de Football Association), Asosiasi Federasi Sepak Bola Internasional.
Melansir akun Instagram dpupr_banten, rumput yang digunakan adalah jenis Zoysia Matrella, sama dengan jenis rumput yang digunakan oleh JIS. Pengelola BIS, rajin mengurus rumput ini sehingga menuai pujian dari netizen.
Rumput ini diimpor dari Italia. BIS sendiri per tahun 2023 di bawah kewenangan DPUPR Banten.
BIS memiliki luas bangunan 78.116 meter persegi, berkapasitas 30 ribuan penonton dengan lima lantai dan delapan zona. Selain itu BIS dilengkapi lintasan atletik dengan lima lintasan lari Stadion ters dibangun dengan standar internasional.
Kepala DPUPR Banten Arlan Marzan mengungkapkan, BIS nantinya akan menggenjot perekonomian daerah melalui pertandingan-pertandingan yang ada.
“Alhamdulillah stadiun BIS yang sudah dibangun dan diresmikan tahun 2002 akhirnya bisa dimanfaatkan dan memberikan PAD tapi tentu utamanya bagaimana bisa mendongkrak perekonomian di Banten,” ujar Arlan dalam Instagramnya.
“Khususnya di Kota Serang dan di Kabupaten Serang, nantinya ada UMKM dan hotel-hotel juga akan terisi. Mudah-mudahan pertandingan internasional juga diselenggarakan di BIS,” tutup Arlan. (*/Adv)