SERANG – Badan Pusat Statistik mencatat, Perekonomian Indonesia tahun 2025 berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun dan PDB per kapita mencapai Rp83,7 juta atau USD 5.083,4.
Ekonomi Indonesia tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 yang mengalami pertumbuhan sebesar 5,03 persen (c-to-c).
Dengan perhitungan angka yang sama, perekonomian Provinsi Banten tahun 2025 berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku, mencapai Rp936,20 triliun dan PDRB per kapita mencapai Rp74,67 juta atau US$4.532,45. Angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.
“Ekonomi Banten di tahun 2025 tumbuh sebesar 5,37 persen, tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun 2024 yang tumbuh 4,79 persen,” ujar Kepala BPS Provinsi Banten, Yusniar Juliana dalam siaran persnya, Kamis (5/2/2026).
Kemudian untuk Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 sebesar 6,63 persen. Angka ini turun 0,05 persen poin dibanding Agustus 2025.
“Penduduk bekerja pada November 2025 sebanyak 6,05 juta orang, naik 296,34 ribu orang dari Agustus 2025,” ujarnya.
Pada November 2025, kata dia, penduduk bekerja pada kegiatan formal sebanyak 3,19 juta orang (52,72 persen), turun 2,16 persen poin dibanding Agustus 2025.
Penurunan juga terjadi pada jumlah penduduk miskin. Persentase penduduk miskin pada September 2026 sebesar 5,51 persen, turun 0,12 persen poin terhadap Maret 2025 dan turun 0,19 persen poin terhadap September 2024.
“Jumlah penduduk miskin pada September 2025 sebesar 760,85 ribu orang, turun 11,9 ribu orang terhadap Maret 2025 dan turun 16,64 ribu orang terhadap September 2024,” jelasnya.
Berdasarkan wilayah, persentase penduduk miskin perkotaan pada September 2025 sebesar 5,35 persen, juga mengalami penurunan dibandingkan Maret 2025 atau 5,58 persen.
“Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada September 2025 sebesar 6,27 persen, lebih tinggi dibandingkan Maret 2025 atau 5,89 persen,” tutupnya. (*/Ajo)