SERANG–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten merespon keluhan warganya terkait akses jalan perbatasan yang rusak dan timpang dengan perbatasan Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Jalan ini merupakan jalan menuju hunian sementara (huntara) warga terdampak banjir bandang di Lebakgedong, Kabupaten Lebak.
Gubernur Banten Andra Soni memastikan pembangunan bakal direalisasikan tahun ini. Pihaknya kini tengah mengerjakan pengerasan jalan menuju kawasan huntara di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong.
Jalan tersebut berada di wilayah Taman Nasional Gunung Halimun Salak, sehingga pengerjaannya dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan ketentuan kawasan.
“Itu kemarin kami sedang mengerjakan, seperti yang pernah kami janjikan, pengerjaan untuk pengerasan jalan,” katanya, Selasa, (13/1/2026).
Andra mengungkapkan, terkait pengerasan jalan, merupakan kewenangan dan tanggung jawab Pemprov Banten.
Namun untuk proses pengerjaannya, sempat mengalami penyesuaian karena adanya aktivitas pembangunan jalan dari wilayah Kabupaten Bogor yang memengaruhi akses menuju lokasi tersebut.
“Kalau soal jalannya itu janji kami, cuma hanya saja kemarin kan kami harus muter jalannya, karena ada pengerjaan dari wilayah Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Adapun untuk pembangunan tahap awal, Pemprov Banten telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp400 juta dari APBD Perubahan tahun 2025.
Anggaran tersebut, ujar Andra, digunakan khusus untuk pengerasan jalan, bukan pembangunan jalan permanen.
“Itu kan cuma pengerasan jalan,” ujar Andra.
Untuk tahap pengerjaan, Andra bilang sebenarnya sudah dimulai sejak tahun lalu, namun sempat terkendala kelangkaan material sehingga dilanjutkan kembali pada tahun 2026 ini.
“Cuma berhubung ada kelangkaan material kemarin. Jadi tahun ini diteruskan,” katanya.
Andra menegaskan, pengerasan dilakukan agar jalan benar-benar siap dibenahi sebelum masuk tahap pembangunan jalan permanen.
Untuk total panjang jalan yang dikerjakan, sekitar 1,3 kilometer dan akan dilakukan secara bertahap.
“Jalan ini dikeraskan sampai betul-betul siap untuk dibangun jalan. Ada tahapannya,” kata Andra.
Diketahui, kondisi jalan di kawasan ini menjadi sorotan publik karena terlihat kontras dengan akses jalan di sisi Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, yang sudah beraspal mulus.
Sementara di wilayah Lebak, Provinsi Banten, jalan masih berupa tanah merah dan kerap licin, terutama saat musim hujan, sehingga menyulitkan warga huntara untuk beraktivitas.***