SERANG – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan memberhentikan sementara 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Banten.
Pemberhentian dilakukan untuk memastikan standar operasional dan keamanan pangan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai aturan.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Wilayah Jakarta-Banten, Ida Wahyuni, mengatakan keputusan suspend bersifat sementara dan bisa dicabut jika pengelola melakukan perbaikan.
“Temuannya beragam. Ada yang infrastrukturnya belum lengkap, ada kekurangan minor, ada juga kekurangan mayor. Semua kami beri kesempatan untuk perbaiki dan nanti divalidasi ulang,” kata Ida usai audiensi dengan Gubernur Banten di Gedung Negara, Selasa (4/8/2026).
Ia menegaskan, jika setelah diberi waktu perbaikan SPPG tidak memenuhi standar, maka statusnya bisa naik menjadi suspend permanen.
“Ini bentuk pengawasan ketat BGN. Kami ingin memastikan setiap penerima manfaat mendapatkan makanan dalam kondisi baik, aman, dan bergizi,” tegasnya.
Saat ini, cakupan MBG di Banten sudah sangat besar. Tercatat 3.397.020 penerima manfaat dilayani oleh 1.403 unit SPPG.
Tantangan selanjutnya adalah percepatan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).
Dari total SPPG, baru lebih dari 700 unit yang mengantongi sertifikat tersebut.
“Proses SLHS memang panjang. Mulai dari kelayakan lingkungan, izin bangunan, sampai bimtek penjamah makanan. Tapi semua sedang berjalan,” ujar Ida.
Gubernur Banten Andra Soni menyatakan dukungan penuh Pemprov terhadap MBG sebagai program prioritas nasional.
Untuk memperlancar koordinasi, Pemprov telah membentuk Pusat Informasi dan Koordinasi Program MBG Provinsi Banten.
“Kami pastikan tidak masuk ke ranah operasional BGN. Tugas kami adalah koordinasi, fasilitasi, dan pengawasan agar program ini tidak terhambat,” kata Andra.
Ia juga meminta publik tidak salah kaprah memahami MBG.
“Ini bukan program makan enak gratis. Ini Program Makan Bergizi. Tujuannya jelas memenuhi kebutuhan gizi seimbang anak-anak kita sebagai investasi SDM masa depan Banten,” pungkasnya.***