Dua Mitra SPPG Banten Keluhkan Keterlambatan Dana, Terlapor GS: Murni Masalah Administrasi

SERANG– Pihak yang disebut sebagai perantara yayasan mitra SPPG Banten, GS, akhirnya angkat bicara menanggapi konflik yang memanas dengan para mitra.

Dalam klarifikasinya Jumat (11/9) dini hari usai mediasi di kafe salah satu di Kota Serang, terlapor GS membantah sejumlah tudingan dan menyebut persoalan ini murni keterlambatan administrasi.

Ia menyebut hanya ada dua orang mitra yang merasa dananya belum dikirim, yaitu Mansur dan Deni.

“Sebenarnya ada dua orang yang merasa dananya belum dikirim, Mansur dan Deni. Dari pihak yayasan sudah pengecekan, masuk apa tidak,” ujarnya.

Dari pihak Yayasan, kata dia, sudah konfirmasi bahwasannya ada keterlambatan.

“Jadi di sini sudah mengakui, sudah ada pemberitahuan sebelumnya,” kata GS.

Ia menegaskan keterlambatan pencairan dana sekitar 1-2 hari itu hal yang wajar. Terlebih saat itu pihaknya sudah memberitahu bahwa ada keterlambatan karena ada pengecekan.

“Malam ini (11/9) dini hari, mau diselesaikan dananya,” ujarnya.

Mengenai keterlambatan, itupun sudah ada pemberitahuan kepada mitra. Ia mencontohkan pembayaran kepada salah satu mitra yang ikut mediasi, Encep, yang memiliki dapur di Rangkasbitung, tetap masuk meskipun ada keterlambatan.

Menjawab tudingan mitra soal akses akun OSS dirinya yang memegang, SPPI itu membantah memegang langsung.

“Tidak, saya gak megang akun. Ada orang khusus yang megang,” tegasnya.

Ia menyebut, dirinya sebagai fasilitator atau penghubung kepada yayasan.

Kemudian mengenai tuntutan permintaan mitra untuk mengganti yayasan. Ia menyebut yayasan punya hak untuk menolaknya karena sudah memfasilitasi dari awal, membantu mitra dapur untuk berkembang.

Berkaitan dengan pembayaran yang terlambat, pihaknya sudah melakukan pengecekan rekening yayasan dan ada bukti transfer yang sudah disetujui.

Sementara Kuasa Hukum para mitra Sulaeman Buulolo menegaskan pertemuan ini bukan Restorative Justice (RJ) dari laporan polisi yang sudah masuk.

“Ini instruksi dari Ibu (Ida) KPPG Banten, agar diselesaikan. Tujuannya supaya administrasi yayasan dengan SPPG tidak terkendala,” ujar Niko sapaan akrabnya.

Para mitra, kata dia, meminta agar 3 yayasan yang bermitra saat ini dilepaskan.

Yayasan tersebut adalah Yayasan Sahabat Cahaya Bangsa, Yayasan Generasi Petarung Indonesia, dan Yayasan Merah Putih Berkibar.

“Permintaan kami sederhana. Karena yayasan ini bermasalah dalam administrasi dan pencairan, kami mohon KPPG dan BGN mengizinkan kami mengganti dengan yayasan yang kami ajukan sendiri,” kata Niko.

“Tidak mau melepaskan. Dia pengen SPPG yang bermitra tetap dengan yayasan sekarang. Itu persoalannya,” tambahnya.

Niko menambahkan, alasan GS tidak mau melepas karena merasa banyak jasa dalam membangun dapur MBG para mitra. ***

BantenMitraSppg
Comments (0)
Add Comment