SERANG – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten bekerja sama dengan Bajdah Educational Company menggelar Workshop Aplikasi Alfatihah.ind dan sosialisasi Program Baca Tulis dan Tahfidz Al-Qur’an (BTQ), Kamis (12/2/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya integrasi teknologi dengan pendidikan ke-Islaman di lingkungan kampus.
Workshop yang diikuti mahasiswa dan civitas akademika itu menghadirkan sejumlah narasumber dari dalam dan luar negeri.
Agenda ini sekaligus menjadi ajang pengenalan aplikasi Alfatihah.ind sebagai inovasi digital di bidang pembelajaran Al-Qur’an.
Aplikasi Alfatihah.ind merupakan program nirlaba berbasis teknologi yang dirancang untuk menguji dan mengoreksi bacaan Surah Al-Fatihah secara otomatis melalui ponsel.
Melalui sistem pengenalan suara, aplikasi ini mampu mendeteksi kesalahan pelafalan dan memberikan umpan balik langsung kepada pengguna.
Inovasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat luas dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, khususnya Surah Al-Fatihah yang menjadi bacaan utama dalam ibadah shalat.
Penggunaan platform digital dinilai relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan generasi muda.
Dekan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Prof. Hidayatullah, menyampaikan bahwa kehadiran aplikasi ini merupakan langkah konkret dalam memanfaatkan teknologi untuk kepentingan umat.
Menurutnya, penguasaan sains dan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai keagamaan.
“Aplikasi ini diharapkan bisa bermanfaat bagi masyarakat dan bisa menjadi alat untuk melakukan koreksi otomatis bacaan,” ujarnya, Senin (16/2/2026).
Ia menambahkan, pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran Al-Qur’an menjadi salah satu bentuk inovasi yang patut didukung. Terlebih, aplikasi ini bersifat nirlaba sehingga dapat diakses secara luas oleh masyarakat.
Selain itu, pihak kampus juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pengembangan dan pelaksanaan program tersebut. Kolaborasi lintas negara dinilai memberikan dampak positif dalam memperkuat hubungan akademik dan keagamaan.
“Kami memberikan apresiasi atas kolaborasi, khususnya kepada Prof. Khalid Ibrahim An-Namlah dan Dr. Badr Al-Jabr, atas kontribusi dalam mempererat kerja sama Indonesia dan Arab Saudi,”imbuhnya.
Kerja sama ini disebut sebagai bagian dari penguatan jejaring internasional UIN SMH Banten, khususnya dalam pengembangan pendidikan berbasis teknologi dan nilai-nilai Qur’ani.
Kolaborasi dengan mitra dari Arab Saudi juga membuka peluang riset dan pengembangan program serupa di masa mendatang.
Sementara itu, Prof. Dr. Khalid Ibrahim An-Namlah dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya Surah Al-Fatihah dalam praktik ibadah umat Islam. Ia mengingatkan bahwa bacaan tersebut memiliki kedudukan fundamental dalam shalat.
“Surat Al-fatihah ini, menjadi bacaan wajib dan masuk dalam rukun sholat sehingga wajib dibacakan dengan benar,” ujarnya pada kesempatan yang sama.
Ia juga menyebutkan bahwa UIN SMH Banten menjadi kampus pertama di Indonesia yang bermitra dengan Bajdah dalam pengembangan dan sosialisasi aplikasi tersebut.
Hal ini dinilai sebagai langkah progresif dalam memadukan pendidikan tinggi Islam dengan inovasi digital.
Melalui kegiatan workshop dan sosialisasi ini, FST UIN SMH Banten menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan sains dan teknologi yang tetap berkarakter Qur’ani di era digital.
Integrasi antara kecakapan teknologi dan pemahaman keagamaan diharapkan mampu melahirkan generasi yang adaptif sekaligus berlandaskan nilai-nilai Islam. (*/ARAS)