SERANG – Gubernur Banten Andra Soni menegaskan komitmen penuh Pemerintah Provinsi Banten dalam memerangi praktik percaloan tenaga kerja yang masih marak terjadi di sejumlah kawasan industri.
Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri deklarasi gerakan Setop Percaloan Tenaga Kerja yang digelar di Hotel Swiss-Belinn Cikande, Kabupaten Serang, Selasa (8/7/2025).
Menurutnya, pungutan liar dan praktik percaloan dalam proses rekrutmen tenaga kerja merupakan bentuk ketidakadilan yang tidak dapat ditoleransi.
“Saya mengutip Pramoedya Ananta Toer, bahwa seorang terpelajar harus adil sejak dalam pikiran, apalagi dalam perbuatan. Dan saya percaya, para pelaku industri di sini adalah orang-orang terpelajar. Maka tidak boleh ada toleransi terhadap praktik percaloan dan ketidakadilan,” tegas Andra Soni.
Ia menyoroti ironi yang terjadi di kawasan industri, di mana masyarakat sekitar justru menjadi kelompok yang paling sedikit mendapatkan kesempatan kerja.
Padahal, kehadiran industri seharusnya membawa dampak positif, termasuk peluang kerja yang lebih luas bagi warga setempat.
“Waktu bertemu dengan Bapak Presiden, kami berdiskusi soal pengembangan pendidikan vokasi di kawasan industri Cikande. Di kawasan ini ada sekitar 350 perusahaan yang mempekerjakan lebih dari 45.000 tenaga kerja. Tapi justru warga sekitar sering kali tersisih,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa laporan mengenai praktik percaloan dan pungli sudah lama masuk ke Pemprov, bahkan diduga terjadi di hampir seluruh kawasan industri di Banten.
“Alhamdulillah, beberapa bulan terakhir Polda Banten telah melakukan langkah tegas dengan memproses hampir 500 kasus premanisme dan pungutan liar. Ini langkah nyata yang harus kita apresiasi,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan nasional tak akan tercapai tanpa dukungan nyata dari tingkat daerah.
“Hotline pengaduan terhadap praktik premanisme dan percaloan saat ini aktif melalui Command Center Polda Banten di nomor 110. Kami bersama Kapolda berkomitmen bahwa Asta Cita Presiden Prabowo tidak akan bisa terwujud jika kita di daerah tidak bergerak melakukan perubahan,” tandasnya.
Gubernur juga berharap langkah ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi Banten yang pada triwulan I 2025 mencatat angka 5,19 persen tertinggi di Indonesia.
“Dengan ekosistem industri yang bersih dari pungli dan calo, kita harap pertumbuhan ini bisa terus meningkat, memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (*/Fachrul)