Halalbihalal DPD REI Banten, Bahas Hunian Terjangkau hingga Pengelolaan Sampah

SERANG – Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Provinsi Banten menggelar kegiatan halalbihalal bersama para stakeholder dan mitra pengembang di salah satu hotel di Kota Tangerang Selatan, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, yang menekankan pentingnya peran REI dalam pembangunan perkotaan dan penguatan ekonomi daerah.

Pilar menyebut keberadaan REI sangat strategis di tengah pesatnya perkembangan wilayah perkotaan, khususnya di Tangerang Selatan.

Menurutnya, para pengembang memiliki kontribusi besar dalam mengubah wajah kota sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan sumber daya manusia.

“Ke depan, kami berharap ada program-program kolaboratif antara REI Provinsi Banten, pemerintah daerah, dan pemerintah pusat, terutama dalam memberikan kemudahan akses hunian bagi anak muda, pelaku ekonomi kreatif, serta masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” ujar Pilar.

Selain isu hunian, Pilar juga menyoroti pentingnya pengelolaan sampah dalam setiap pengembangan kawasan perumahan.

Ia mendorong agar para pengembang mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah dari hulu.

“Setiap pembangunan perumahan harus memikirkan pengelolaan sampah sejak awal. Edukasi pemilahan sampah dan pengolahan di tingkat rumah tangga perlu didorong agar volume sampah ke TPA bisa berkurang secara signifikan,” jelasnya.

Ketua DPD REI Banten, Roni H Adali, mengatakan bahwa kegiatan halalbihalal menjadi agenda rutin yang memiliki dua tujuan utama, yakni mempererat silaturahmi pasca Ramadan dan memperkuat sinergi antar stakeholder.

“Momentum ini penting untuk saling memaafkan sekaligus memperkuat komunikasi dengan mitra dan para pengembang, sehingga berbagai persoalan di sektor properti dapat diselesaikan bersama,” ujarnya.

Roni juga mengungkapkan sejumlah tantangan yang dihadapi sektor properti di Banten.

Diantaranya adalah dampak terhadap ketahanan pangan yang memengaruhi pengembangan rumah subsidi, serta persoalan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Menurutnya, terdapat angin segar dari kebijakan terbaru pemerintah terkait SLIK yang akan menghapus catatan kredit kecil di bawah Rp1 juta, sehingga membuka peluang lebih besar bagi masyarakat untuk mengakses rumah subsidi.

Selain itu, kendala teknis seperti ketersediaan kabel dan meter listrik dari PLN juga sempat menghambat pembangunan.

Namun, pihaknya menyambut baik respons cepat dari PLN yang menyatakan kesiapan untuk mendukung kebutuhan tersebut.

Dalam isu lingkungan, REI Banten juga berkomitmen untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik melalui kolaborasi dengan Waste4Change.

Program ini diharapkan dapat diterapkan terutama pada perumahan skala besar.

“Kami ingin ke depan setiap kawasan perumahan sudah mampu mengelola sampah secara mandiri. Sehingga volume sampah yang dibuang ke TPA semakin kecil dan dampak lingkungan dapat ditekan,” tutup Roni.***

Comments (0)
Add Comment