SERANG – Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Pasar Modal menegaskan komitmennya membuka akses seluas-luasnya bagi pelaku usaha daerah, termasuk UMKM di Banten, untuk masuk ke pasar modal hingga melaksanakan Initial Public Offering (IPO).
Komitmen tersebut disampaikan Ketua HIPMI Pasar Modal, Budi Ridalloh, dalam forum dialog ekonomi dan kewirausahaan di Banten pada Kamis (7/5/2026).
Dalam diskusi tersebut, Budi menegaskan HIPMI Pasar Modal bukan lembaga pembiayaan, melainkan organisasi yang fokus pada edukasi, pendampingan, serta fasilitasi perusahaan menuju pasar modal.
“Kami tidak bergerak pada pembiayaan langsung. HIPMI Pasar Modal fokus mengedukasi tentang saham dan pasar modal. Jika ada perusahaan ingin IPO, kami bantu edukasi, mengawal, dan memfasilitasi hingga perusahaan siap melantai di bursa,” ujar Budi.
Ia menjelaskan, HIPMI Pasar Modal telah menjalin kerja sama strategis dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) guna memperkuat proses pendampingan perusahaan secara lebih terstruktur dan profesional.
Menurutnya, program pendampingan tersebut terbuka bagi seluruh kategori usaha, tidak hanya perusahaan besar, tetapi juga UMKM yang memiliki potensi berkembang dan memenuhi persyaratan masuk pasar modal.
“Semua kategori usaha bisa, termasuk UMKM. Jika ingin IPO, pelaku usaha cukup menghubungi HIPMI Pasar Modal, nanti kami bantu prosesnya,” katanya.
Langkah HIPMI Pasar Modal dinilai menjadi terobosan penting dalam meningkatkan literasi investasi dan pasar modal di daerah, sekaligus membuka peluang baru bagi pengusaha lokal memperoleh akses pendanaan yang lebih besar dan berkelanjutan.
Di tengah pertumbuhan ekonomi Banten yang terus berkembang, keberadaan HIPMI Pasar Modal diharapkan menjadi jembatan strategis antara pelaku usaha daerah dengan ekosistem investasi nasional.
Pendampingan menuju IPO juga diyakini mampu mendorong lahirnya perusahaan daerah yang lebih profesional, transparan, serta memiliki daya saing nasional.
Forum ekonomi dan kewirausahaan tersebut turut menunjukkan meningkatnya minat generasi muda Banten terhadap dunia investasi dan pasar modal.
Sejumlah peserta bahkan meminta akses komunikasi serta pendampingan langsung untuk memahami proses IPO secara lebih mendalam.
Penguatan literasi investasi di daerah dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi Banten tidak hanya bergantung pada sektor industri konvensional, tetapi juga ditopang pengembangan ekosistem bisnis modern berbasis investasi dan pasar modal terbuka.***