SERANG – Himpunan mahasiswa Islam (HMI) Cabang Serang melakukan aksi demonstrasi di halaman Gedung DPRD Provinsi Banten, Curug, Kota Serang. Jumat, (26/6/2020).
Dalam aksinya mereka menyebut pengusul interpelasi terkait pemindahan rekening kas umum daerah (RKUD) dari Bank Banten ke Bank BJB, yang dilakukan Gubenur Banten Wahidin Halim (WH) tak kunjung ada progres, alias “Malehoy”.
Diketahui sebelumnya, sebanyak 15 Anggota DPRD Banten telah menandatangani usulan interpelasi. Namun hingga kini nasibnya masih ditangguhkan, sebagaimana keputusan bersama yang telah disepakati antar pengusul interpelasi.
Kemudian, kecewa hak interpelasi ditunda, mahasiswa yang kerap kali menyoroti polemik Bank Banten ini membawakan keranda mayat ke halaman Gedung DPRD Banten. Demikian dilakukan sebagai wujud kekecewaan mahasiswa atas penundaan usulan interpelasi.
Koordinator aksi, Muhamad Soleh mengatakan, dengan membawa keranda mayat serta melemparkan tomat busuk sebagai wujud nyata dari matinya serta busuknya kinerja DPRD Provinsi Banten, lantaran enggan melanjutkan hak interpelasinya terkait pemindahan RKUD yang dilakukan Gubenur Banten.
“Yang kami bawa hari ini bisa diartikan sebagai matinya keberanian DPRD Banten tidak mau melanjutkan Hak Interpelasi kepada Gubenur Banten,” kata Soleh
Ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Serang Faisal Dudayef Payumi Padma mengatakan dirinya kecewa atas sikap para anggota DPRD yang kendor terhadap Hak interpelasi.
“Saya kecewa atas ditundanya hak interpelasi kepada Gubernur Banten. Apa ada karena taburan beras sehingga dewan enggan melanjutkan hak interpelasinya?,” ujarnya
“Hak interpelasi itu jangan kendor, disinilah seharusnya Gubenur Banten dapat menjelaskan secara detail terkait dirinya memindahan RKUD dan Merger Bank Banten di tengah Pandemi,” tambah Faisal. (*/JL)