Jenazah Surakman Ditemukan di Enggano, Sang Menantu Ungkap Cerita Celana yang Pernah Dibelikan

SERANG – Kabar ditemukannya jenazah yang kemudian diidentifikasi sebagai Surakman, salah satu kru kapal Arupadhatu 1, membawa duka sekaligus harapan baru bagi keluarga yang selama ini menunggu kepastian keberadaannya.

Surakman merupakan salah satu dari delapan orang yang hilang setelah kapal Arupadhatu 1 tidak diketahui keberadaannya di perairan Selat Sunda. Jenazahnya ditemukan di wilayah Pulau Enggano, Bengkulu, sebelum proses identifikasi dilakukan.

Di tengah proses tersebut, Adriah, menantu Surakman, menceritakan hal yang membuat dirinya dan keluarga terkejut.

Ia mengaku mendapat informasi bahwa celana yang dikenakan jenazah memiliki kemiripan dengan celana yang pernah dibelikannya untuk Surakman.

“Saya yang membelikan celananya dulu,” ujar Adriah dalam pesan suara yang diterima.

Menurut Adriah, informasi mengenai celana tersebut ia ketahui setelah memperoleh kabar terkait jenazah yang ditemukan di Enggano. Ia kemudian mencoba mengingat kembali pakaian yang biasa dikenakan Surakman.

“Celana katanya sama. Yang dipakai Bapak itu sebelum melaut baju agak biru dan celana pendek. Pas di video kelihatannya seperti sama celananya,” kata Adriah.

Namun, Adriah tidak langsung memastikan bahwa celana tersebut benar-benar milik Surakman. Ia mengatakan ketika pakaian yang dimaksud dicari kembali, celana yang pernah dibelikannya itu justru tidak ditemukan.

“Pas dicari, ternyata tidak ada,” ujarnya.

Karena itu, keluarga tetap menunggu kepastian dari proses identifikasi yang dilakukan pihak berwenang. Adriah mengatakan informasi mengenai perkembangan jenazah tersebut disampaikan kepada keluarga melalui komunikasi dengan pihak Polda Banten.

“Dikabarin Polda melalui HP,” kata dia.

Adriah juga mengungkapkan bahwa keluarga masih menunggu penjelasan lebih lanjut terkait proses pemulangan jenazah. Menurutnya, pada saat komunikasi berlangsung, belum seluruh informasi dapat dipastikan.

“Belum pasti, tadi juga ditelepon, belum ada katanya,” ujarnya.

Bagi keluarga, kabar tersebut menjadi perkembangan penting setelah berhari-hari menunggu keberadaan Surakman. Adriah mengaku keluarga sebelumnya belum mendapatkan titik terang mengenai keberadaan anggota keluarganya tersebut.

“Te aya titik terang salila payun, kalau tidak ada titik terang selasa depan kami mau mengadakan acara tahlilan,” ucap Adriah.

Ia mengatakan keluarga berharap apabila jenazah tersebut telah dipastikan sebagai Surakman, proses pemulangan dapat segera dilakukan agar korban dapat dimakamkan di kampung halaman.

“Mau dipulangkan, dimakamkan dirumah kalau memang benar,”kata Adriah.

Adriah juga menyebut informasi mengenai hasil pemeriksaan DNA telah diterima. Meski demikian, bagi keluarga, kepastian resmi dari pihak berwenang tetap menjadi hal yang ditunggu sebelum proses pemulangan dilakukan.

“DNA juga sudah keluar, tapi hasilnya masih kami tunggu,” ujarnya.

Surakman merupakan satu dari tiga kru kapal Arupadhatu 1. Kapal tersebut sebelumnya membawa lima wartawan yang hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Rombongan yang berjumlah delapan orang itu dilaporkan hilang setelah kapal mengalami putus kontak.

Kelima jurnalis tersebut yakni M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis Antara; Ari Basuki (52), jurnalis Merdeka; Yudhis (43), jurnalis iNews; Daus (42), jurnalis Anadolu; serta Donal Husni (51), jurnalis lepas.

Sementara tiga kru kapal terdiri dari Warta (55) selaku nakhoda, Surakman (60) sebagai ABK, dan Heriyanto (49) yang bertugas sebagai pemandu perjalanan.

Sebelumnya, operasi pencarian terhadap lima wartawan dan tiga kru kapal Arupadhatu 1 telah resmi dihentikan setelah berlangsung selama 10 hari.

Penemuan jenazah Surakman di Pulau Enggano menjadi perkembangan baru dalam pencarian tersebut. Bagi keluarga, kepastian identitas korban sekaligus menjadi bagian penting dari penantian untuk dapat membawa pulang dan memakamkan Surakman di tanah kelahirannya.

Sementara itu, keluarga masih menunggu proses selanjutnya dari pihak berwenang, termasuk pemulangan jenazah ke Banten.(*/Sahrul).

Arupadhatu 1Surakman
Comments (0)
Add Comment