LEBAK – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banten mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan kapasitas bisnis. Penguatan tidak hanya melalui akses modal, tetapi juga tata kelola, perluasan pasar dan pemanfaatan teknologi digital.
Ketua Kadin Banten, Mochammad Azzari Jayabaya, menyampaikan hal itu dalam acara Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) Kadin Banten, di Hotel Grand Keisha, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Kamis (24/9/2026) kemarin.
Menurut Azzari, para pelaku UMKM harus ditempatkan sebagai pelaku utama pembangunan ekonomi, bukan sekadar penerima bantuan atau program pemerintah.
“UMKM tidak boleh hanya menjadi objek program. Kita harus mendorong agar UMKM menjadi subjek dalam pembangunan ekonomi,” kata Azzari dalam keterangan tertulis yang diterima Fakta Banten, Jumat, (25/9/2026).
Ia mengatakan, bantuan modal tanpa kemampuan mengelola usaha belum cukup untuk membuat UMKM berkembang. Pelaku usaha perlu memahami pembukuan, biaya produksi, harga jual, pemasaran hingga kebutuhan konsumen.
“Kalau ingin UMKM naik kelas, kita harus melihat usaha itu secara utuh. Bukan hanya modalnya, tetapi juga kemampuan orang yang menjalankannya,” ujarnya.
Dirinya juga mendorong pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan teknologi digitalil sesuai kebutuhan, tidak sebatas promosi melalui media sosial atau perdagangan elektronik. Akan tetapi dapat dimanfaatkan untuk pencatatan keuangan, pengelolaan stok dan komunikasi dengan pelanggan.
“Kita tidak ingin UMKM tertinggal hanya karena tidak mengikuti perubahan teknologi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Kadin Banten akan terus mendorong terbentuknya ekosistem usaha yang mendukung UMKM melalui peningkatan kapasitas, akses pembiayaan, perluasan pasar dan digitalisasi.
“Kadin harus ikut mendorong UMKM naik kelas. Tidak cukup hanya memberikan pelatihan, tetapi juga membuka akses pembiayaan, mendorong digitalisasi dan memberikan training yang sesuai kebutuhan,” tegasnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pembiayaan dan komunitas bisnis dapat memperkuat daya saing UMKM di Banten. ***