Kejar Target 6 Bulan, 600 Ribu Pekerja Informal Rentan di Banten Belum Tercover

SERANG-Sebanyak 600 ribu pekerja informal di Provinsi Banten belum tercover BPJS Ketenagakerjaan. Jumlah tersebut, ditargetkan tercover hingga akhir tahun 2026.

Pekerja informal yang masuk rentan karena tak adanya kepastian penghasilan, tak ada jaminan kesehatan, kecelakaan kerja, tak ada pesangon atau pensiun serta akses perlindungan hukum yang lemah.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten Muhyidin mengatakan, realisasi pekerja non formal baru tercover 1,1 juta dari total keseluruhan 1,7 jutaan pekerja.

“Masih ada waktu 6 bulan lagi di tahun ini untuk mengejar sisa 600 ribu pekerja yang harus kita tuntaskan,” kata Muhyidin, Rabu (24/6/2026).

Guna mengejar sisa target, BPJS Ketenagakerjaan mengaku tak bisa bergerak sendiri, pihaknya butuh kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders).

“Kita terus gencarkan melalui berbagai program stimulus dan bantuan keuangan melalui program pemberdayaan atau CSR dari perusahaan,” kata dia.

Kemudian untuk sektor pekerja rentan seperti Nelayan, kata dia, saat ini jumlah yang sudah tercover mencapai 5.100 di Banten.

Jumlah ini meningkat drastis usai adanya penambahan anggaran 1.000 nelayan baru dari Pemprov Banten.

Muhyidin juga menjelaskan, BPJS Ketenagakerjaan Banten meluncurkan program berkelanjutan berupa pelatihan kemandirian ekonomi bagi para ahli waris penerima manfaat.

Pihaknya tak ingin, jika uang santunan itu habis begitu saja. Mekanismenya, secara bertahap, para ahli waris akan diberikan pelatihan dan pendampingan usaha.

“Tujuannya agar ada aktivitas usaha baru, sehingga ketahanan ekonomi keluarga pekerja yang ditinggalkan tetap terjaga secara berkelanjutan,” tukasnya.***

Comments (0)
Add Comment