Keluarga Alumni ITB: Menkeu Baru Harus Visioner untuk Capai Pertumbuhan 8 Persen

 

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto pada hari Senin (8/9/2025) melakukan pergantian susunan kabinet (reshuffle) antara lain Menteri Keuangan Sri Mulyani digantikan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi digantikan Ferry Juliantono, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding digantikan Mukhtarudin, dan pembentukan Kementerian Haji dan Umrah yang dipimpin Menteri Mochamad Irfan Yusuf dan Wakil Menteri Dahnil Anzar Simanjuntak.

Pergantian menteri keuangan dinilai Keluarga Alumni Program Studi Ilmu Keuangan Institut Teknologi Bandung (PSIK-ITB) sebagai upaya pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8% per tahun yang tentu hanya bisa terwujud jika Menteri Keuangan yang terpilih memiliki kombinasi kapasitas teknis, keberanian politik, dan integritas yang kuat.

“Target pertumbuhan ekonomi 8% tidak bisa dicapai hanya dengan kebijakan biasa-biasa saja. Diperlukan Menteri Keuangan yang visioner, berani, sekaligus memiliki rekam jejak integritas yang kuat,” ujar Lutfi Alkatiri, Ketua Keluarga Alumni PSIK-ITB dalam keterangan resminya, Selasa (9/9/2025).

Alumni PSIK-ITB menekankan bahwa Menteri Keuangan ke depan harus menguasai kebijakan fiskal dan makroekonomi secara mendalam, termasuk APBN, defisit, pembiayaan, dan pajak.

Selain itu, pengelolaan utang juga harus sehat dengan menjaga rasio utang di bawah 40% dari PDB, namun tetap memberi ruang bagi investasi produktif.

Dari sisi keberanian, Menteri Keuangan dituntut untuk melakukan reformasi perpajakan dengan memperluas basis pajak, menutup celah penghindaran pajak, serta mendorong digitalisasi sistem perpajakan. Belanja negara juga perlu diarahkan ke sektor produktif seperti infrastruktur, pendidikan, riset, dan kesehatan.

“Menteri Keuangan harus berani mengubah pola lama yang kurang produktif. Anggaran jangan tersendat di tengah jalan, birokrasi harus direformasi agar realisasi belanja bisa lebih cepat,” tutup Lutfi.***

Keluarga Alumni ITBMenteri KeuanganPurbaya Yudhi Sadewa
Comments (0)
Add Comment