Kenakalan Remaja Jadi Sorotan, IPPNU Banten Ajak Jaga Kondusivitas Ramadan

 

SERANG – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PW IPPNU) Banten menyoroti persoalan kenakalan remaja yang masih menjadi catatan selama bulan Ramadan.

Meski secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Banten dinilai tetap kondusif, sejumlah insiden dinilai perlu menjadi perhatian bersama.

Ketua PW IPPNU Banten, Su’aibatul Islamiah, mengatakan stabilitas keamanan selama Ramadan patut diapresiasi.

Ia menilai kondisi yang relatif aman tersebut tidak terlepas dari sinergi antara aparat keamanan, tokoh agama, serta masyarakat dalam menjaga lingkungan masing-masing.

“Secara umum kondisi kamtibmas selama Ramadan berjalan cukup kondusif berkat kolaborasi berbagai pihak. Namun, tetap ada tantangan, terutama aktivitas sebagian remaja pada malam hari dan menjelang sahur yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban,” ujar Su’aibatul, Sabtu (28/2/2026).

Menurutnya, fenomena konvoi, nongkrong hingga larut malam, serta aktivitas yang memicu kegaduhan masih ditemukan di beberapa titik.

Bahkan, belum lama ini terjadi insiden tawuran antar kelompok remaja di salah satu wilayah di Banten yang menyebabkan seorang remaja kehilangan tiga jari tangannya akibat sabetan senjata tajam.

Peristiwa tersebut dinilai mencoreng suasana Ramadan yang seharusnya diisi dengan kegiatan positif dan penuh kekhusyukan.

IPPNU Banten pun mengingatkan pentingnya peran keluarga, sekolah, serta lingkungan dalam mengawasi dan membimbing generasi muda.

Su’aibatul menegaskan, Ramadan seharusnya menjadi momentum pembinaan karakter bagi pelajar dan remaja.

Ia mendorong generasi muda memanfaatkan waktu dengan memperbanyak kegiatan bermanfaat seperti kajian keagamaan, tadarus Al-Qur’an, serta aktivitas sosial yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, serta menjaga ketertiban umum. Generasi muda harus menjadi pelopor kebaikan, bukan justru terlibat dalam kegiatan yang meresahkan,” tegasnya.

PW IPPNU Banten juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, mempererat toleransi, dan membangun budaya saling menghormati selama bulan suci.

Menurutnya, semangat menjaga kondusivitas tidak hanya penting selama Ramadan, tetapi juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setelah bulan puasa berakhir.

Dengan kolaborasi semua elemen masyarakat, IPPNU Banten optimistis suasana Ramadan di Banten dapat terus berlangsung aman, nyaman, dan penuh keberkahan.***

Comments (0)
Add Comment