PANDEGLANG – Kepala DPUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan jadi peserta terbaik Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) tingkat II angkatan V untuk melakukan inovasi dalam pelaksanaan program pembangunan. Inovasi tersebut fokus pada implementasi dari Reformasi Birokrasi Tematik Berdampak seperti arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
Hal itu terungkap saat penutupan PKN tingkat II angkatan V di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Banten di Jl AMD Lintas Timur, Kabupaten Pandeglang, pada Kamis (21/12/2023) kemarin.
Nama Arlan masuk lima besar terbaik peserta PKN tingkat II angkatan V dengan predikat sangat memuaskan. Ia mengaku bersyukur lantaran diklat tersebut memberikan banyak manfaat dalam pengembangan menjadi seorang pemimpin.
“Ini sangat bermanfaat dalam pengembangan diri seorang pemimpin dalam mengembangkan kinerja organisasinya, dan ternyata inovasi dalam proyek perubahan yaitu strategi kebijakan pembangunan konektivitas jalan dalam BAJA MANTRA (Bangun Jalan Mantap untuk Rakyat) mendapatkan apresiasi dari tim evaluator, ini berkat dukungan Bapak Pj Gubernur, Ibu Pj Sekda dan seluruh stakeholder yang terlibat,” ujar Arlan.
Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar (PKN) tingkat II angkatan bisa menjadi best practice atau praktik terbaik bagi daerah lainnya dengan berbagai kegiatan yang sudah banyak dilakukan. Terutama Fokus pada hal-hal yang berbasis tematik.
“Termasuk juga dalam tema yang kita ambil dalam PKN ini untuk pengentasan kemiskinan ekstrim yang di dalamnya ada persoalan stunting, gizi buruk, penanganan pengangguran, inflasi dan penguatan investasi. Bagaimana para peserta bisa melakukan inovasi dalam berbagai program di atas,” ujar Al Muktabar.
“Formula-formula pelatihan ini sudah digariskan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) dengan berbagai agenda yang sudah diarahkan Bapak Presiden untuk kita lebih fokus pada implementasi dari Reformasi Birokrasi Tematik Berdampak itu,” sambungnya.
Selain itu, ungkap Al, dalam PKN tingkat II ini juga ditanamkan kepada para peserta pengetahuan kognitif dan psikomotorik. Sehingga segenap para pimpinan yang mengikuti bisa mengemban tugas dengan baik di masing-masing tempat tugasnya.
Kepada 60 peserta PKN yang sudah dinyatakan lulus, Al Muktabar berharap agar bisa fokus terhadap apa yang menjadi arahan Presiden Jokowi kaitannya dengan penerapan Reformasi Birokrasi Tematik Berdampak.
Deputi Bidang Kebijakan Pengembangan Kompetensi ASN LAN-RI Muhammad Taufiq Dea menyambut baik terhadap penyelenggaran PKN tingkat II di Provinsi Banten. Menurutnya, PKN II menjadi sebuah model dimana banyak proyek perubahan yang mendukung pengentasan kemiskinan dan juga mendukung Reformasi Birokrasi Tematik Berdampak.
“Semua peserta dituntut untuk mampu menyelesaikan secara nyata. Berkontribusi secara nyata pada persoalan yang ada di Provinsi Banten,” ucapnya.
Sementara itu Kepala BPSDM Provinsi Banten Untung Saritomo mengatakan, PKN tingkat II ini dilaksanakan selama 923 jam pelajaran atau 170 hari dengan berbagai metode pembelajaran dari mulai offline dan online, dimana pembelajaran klasik tahap pertama 3 hari, Mandiri 8 hari, e-learning 21 hari. Lalu pembelajaran secara sinkronus 98 jam dan asinkronus 20.
“Peserta yang mengikuti sebanyak 60 orang dan dinyatakan lulus semua,” katanya. (*/Faqih)