Komitmen Pemerataan Kesehatan Di Momentum HKN Ke-61, Pemprov Banten Luncurkan Inovasi Layanan

 

SERANG-Pemprov melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Banten berkomitmen senantiasa menghadirkan pelayanan prima bagi masyarakat.

Hal ini dibuktikan dalam momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) Ke-61 tingkat provinsi di Uptown Park, Sumarecon Mall Serpong, Kabupaten Tangerang, Rabu (17/12/2025).

Dalam agenda yang diikuti oleh sebanyak 3.500 tenaga kesehatan (Nakes) ini, diluncurkan sejumlah program pelayanan yang diperuntukkan bagi masyarakat.

Gubernur Andra Soni bersama Wakil Menteri Kesehatan RI meluncurkan Pos Pelayanan Kesehatan Modular Merah Putih di Pasar Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Pos ini mendukung layanan kesehatan dasar dan Cek Kesehatan Gratis dengan melibatkan relawan di bawah supervisi Puskesmas setempat.

Selain itu, diluncurkan pula 16 unit layanan Telemedicine Faskin Link serta penandatanganan kerja sama dengan sejumlah rumah sakit dan organisasi keagamaan untuk pencegahan penyakit.

Kegiatan juga diisi dengan pemberian 87 penghargaan bidang kesehatan, bakti sosial berupa pembagian sembako dan kacamata gratis, serta layanan kesehatan gratis bagi masyarakat umum.

“Tenaga kesehatan adalah pilar utama pembangunan kesehatan. Tanpa pengabdian mereka, kita tidak akan mampu melewati berbagai tantangan, termasuk pandemi. Pemprov Banten berkomitmen terus mendukung kesejahteraan dan peran tenaga kesehatan,” ujar dalam sambutan.

Pada kesempatan itu, Andra juga memaparkan sejumlah capaian indikator kesehatan strategis di Banten hingga tahun 2025.

Angka Harapan Hidup (AHH) di Banten tercatat mencapai 75,33 tahun. Selain itu, cakupan pelayanan ibu hamil telah mencapai 100 persen, dan cakupan Universal Health Coverage (UHC) menyentuh angka hampir 98 persen dengan tingkat keaktifan peserta sekitar 80 persen.

Andra mengungkapkan keberhasilan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah dimanfaatkan oleh lebih dari 3,6 juta penduduk Banten pada tahun 2025. Program ini dinilai efektif dalam mendeteksi penyakit menular seperti Tuberkulosis (TBC).

“Keberhasilan program Cek Kesehatan Gratis menunjukkan bahwa kolaborasi adalah kunci. Program ini mendorong peningkatan penemuan kasus TBC, sehingga Banten melampaui target nasional dan menjadi salah satu provinsi terdepan dalam eliminasi tuberkulosis,” jelasnya.

Terkait infrastruktur, Andra merinci bahwa Provinsi Banten saat ini memiliki 128 rumah sakit dengan rasio tempat tidur 1,23 per 1.000 penduduk.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinkes Banten, dr. Ati Pramudji Hastuti memaparkan sejumlah layanan inovasi untuk masyarakat.

“Kami memperkenalkan atau melaunching dua program dari Banten Sehat, khususnya Pemprov, Bapak Gubernur, yang pertama adalah launching telemedicine FKTP atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama dalam hal ini Puskesmas,” ujarnya.

Ia berharap, layanan ini bisa mendekatkan dan lebih menjangkau masyarakat. Program Telemedicine contohnya, menggunakan perangkat smartphone untuk bisa berkonsultasi langsung dengan dokter.

“Mereka tidak harus datang tapi bisa melakukan secara telemedicine melalui handphonenya masing-masing,” ujarnya.

“Dan ini kita manfaatkan untuk mereka mampu berkonsultasi dengan cepat kepada tenaga kesehatan, sehingga mereka minimal bisa menjaga kesehatannya masing-masing,” sambungnya.

Telemedicine pada tahap pertama di tahun ini, kata Ati, tersebar di 16 puskesmas yang sudah diberikan alat-alatnya gun pemberian layanan ini.

“Begitu juga dokter yang akan memberikan layanan telemedicine ini, di 16 spot puskesmas sudah kita sediakan,” papar Ati.

Kemudian untuk Posco Modular Kesehatan Indonesia Raya. Program ini adalah kolaborasi antara pihaknya dengan Kesehatan Indonesia Raya (Kesira) yang merupakan badan khusus (adhoc) yang menangani bidang kesehatan.

“Kesira dari mulai level tingkat pusat, tingkat provinsi dan kabupaten kota. Sekarang sudah ada semua kesira di delapan kabupaten kota. Dan mereka adalah mitra dari pemerintah,” ujarnya.

“Kemarin juga sebelum HKN saya menawarkan untuk mereka bergandengan tangan dengan seluruh organisasi keagamaan seperti FKUB, MUI, NU dan Muhammadiyah, yang harapannya, Kesira dapat dibantu oleh organisasi kemasyarakatan,” tutupnya. (*/ADV).

Comments (0)
Add Comment