Marsudi Syuhud Diberi Mandat Bawa Gerakan Kewirausahaan Pesantren dari Banten ke Nasional

 

SERANG – Gerakan kewirausahaan pesantren dari Banten resmi didorong masuk agenda nasional. Hal ini dibahas dalam forum Indonesia Santripreneur Care: Dari Banten untuk Indonesia,.

Dalam forum tersebut, Ikatan Alumni UIN Jakarta Wilayah Banten, bersama unsur daerah lainnya secara resmi memandatkan Ketua Umum Induk Koperasi Pondok Pesantren, Marsudi Syuhud, untuk menyerahkan dokumen asli dan poin-poin strategis program tersebut langsung kepada Presiden Republik Indonesia.

Mandat ini menjadi keputusan utama forum sebagai langkah strategis agar penguatan kewirausahaan santri berbasis pesantren memperoleh dukungan kebijakan di tingkat nasional.

Ketua IKALUIN Jakarta Wilayah Banten, Agus Syabarrudin, menegaskan bahwa pesantren memiliki potensi besar sebagai basis pertumbuhan ekonomi rakyat.

“Santripreneur Care bukan sekadar pelatihan, tetapi gerakan membangun mental leaderpreneur dan kemandirian finansial santri. Karena itu, dokumen strategis ini perlu sampai langsung kepada Presiden RI agar mendapat penguatan lintas kementerian,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Sebagai Ketua Umum Inkopontren, Marsudi Syuhud menyatakan kesiapan membawa mandat tersebut ke tingkat nasional.

Ia menekankan bahwa kemajuan negara sangat ditentukan oleh jumlah entrepreneurnya.

“Negara maju adalah negara yang entrepreneurnya besar. Indonesia masih tertinggal dalam rasio entrepreneur. Santri harus berani memulai, dari tiada menjadi ada,” tegasnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki sekitar 42.000 pesantren sejak 1998 dan hampir seluruhnya memiliki koperasi. Potensi ini, jika diintegrasikan melalui struktur koperasi wilayah hingga nasional, dapat menjadi kekuatan ekonomi besar.

Inkopontren sendiri menargetkan pelatihan kewirausahaan bagi 1.000 pesantren dengan 20.000 santri pada tahap awal, yang kemudian dilanjutkan dengan program inkubasi dan pembangunan infrastruktur ekonomi pesantren.

Dalam jangka panjang, ekosistem koperasi pesantren diarahkan membangun struktur ekonomi terintegrasi dengan visi kemandirian lembaga keuangan berbasis pesantren.

Program ini juga mendapat dukungan dari Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Banten dan Pemerintah Provinsi Banten yang mendorong penguatan sumber daya manusia santri melalui beasiswa dan program pengembangan kewirausahaan.

Dengan mandat tersebut, Banten menegaskan perannya sebagai inisiator gerakan santripreneur yang diarahkan menjadi bagian dari arsitektur pembangunan ekonomi nasional berbasis pesantren.***

Comments (0)
Add Comment